081282229249 | www.jahitkebaya.net

Jahit Kebaya .Net (Tlp : 081282229249)

Posted by asep on May 23, 2012 in Artikel with No Comments


Sekarang kebaya bukan hanya sekedar fashion, ada nilai-nilai budaya dan kecintaan pada bangsa ini yang terkandung di dalamnya. Mengenakan kebaya tidak hanya untuk tampil cantik dan menawan, namun juga membawa nilai luhur yang ada padanya.

Bisakah kita tulus mengenakan kebaya seperti seorang Asty Ananta? Berikut ini ungkapan Asty Ananta tentang dirinya dan kebaya, yang bisa menginspirasi semua wanita Indonesia. “Saya kagum dan bersyukur, seorang putra bangsa yang lahir di Porsea ini begitu mencintai kebaya sebagai salah satu kebudayaan Indonesia dan bertekad bulat untuk memperkenalkannya ke seluruh dunia.

Ia membuat siapa saja, dimana saja, tergugah untuk ikut mencintai kebaya Indonesia. Kerja keras, kerja cerdas dan kerja ikhlas yang dipersembahkan oleh Tulang Raden demi terwujudnya pagelaran ini, begitu luar biasa. Insya Allah, getaran cinta bersama begitu banyak nafas kasih yang mendukungnya, bisa tersampaikan melalui pagelaran Kebaya For the World ini”, demikian ungkap Asty Ananta penuh ketulusan tentang Raden Sirait yang ia panggil sebagai Tulang.

Asty mengenal Raden saat keduanya mendukung sebuah program di salah satu stasiun televisi dan langsung jatuh hati pada kehangatan dan keramahan yang terpancar begitu kuat dari pribadinya. “Pertemanan kami didasari cinta kasih dan ketulusan serta keinginan untuk terus memberikan yang terbaik bagi satu sama lain, bagi lingkungan sekitar dan bahkan bagi alam semesta ini. Tidak heran, jika kami merasa seperti menemukan ‘soulmate’ di dalam diri satu sama lain. ”

Ketulusan Raden diakui Asty tercermin dalam setiap hasil karyanya. Setiap kebaya, gaun maupun kemeja dibuat secara khusus dan memiliki kisahnya masing-masing. Setiap detail begitu mendapat perhatian, sehingga cinta kasih yang dipancarkan oleh para pembuat pola, penjahit, pemasang payet dan lain-lain, dapat dirasakan secara utuh oleh sang pengguna busana rancangan Raden.

Asty secara singkat mengatakan bahwa Raden selalu memberikan yang terbaik dalam desain dan kualitas. Asty pun merasakan aura yang berbeda merasuk ke dalam sukma setiap kali menggunakan kebaya Raden, “Filosofi yang teranyam dalam setiap karya Tulang Raden akan membuat siapa saja, termasuk saya, merasa begitu nyaman, percaya diri, bangga dan kuat karena didekap cinta kasih dari jalinan benang dan kain berkualitas terbaik yang memeluk erat setiap tubuh pemakainya.”

Ia juga menambahkan bahwa kebaya-kebaya Raden yang cantik, menarik, anggun, mewah dan kuat ini selalu terbuka pada berbagai inspirasi dari alam semesta. “Identitas Luire by Raden Sirait sedemikian kuatnya, sehingga mudah dikenali oleh siapa pun.” Semangat Asty dalam mendukung pagelaran Kebaya For The World tidak dapat ditutupi lagi.

“Merupakan suatu kebahagiaan jika saya bisa ikut membantu mewujudkan impian dan harapan Tulang. Ini tentunya juga merupakan harapan kita semua, baik yang tergabung secara langsung maupun yang mendukung pagelaran ini melalui cara-cara lainnya. Di pagelaran ini saya juga menciptakan lagu khusus untuk salah satu sequence “The Masculine”, saya juga akan menyanyikannya secara langsung, sambil berakting dan menari!”, cetusnya.

Mungkin Anda belum berkesempatan mengenakan kebaya Raden Sirait yang begitu bermakna bagi Asty, namun semangat dan kecintaannya pada kebaya bisa menjadi contoh bagi kita, bahwa berbusana bukanlah sekedar kebutuhan eksterior. Ada nilai yang lebih besar di balik pilihan busana yang Anda kenakan. (dwi23)

Incoming search terms:

  • kebaya gaun simple (101)
  • luire by raden sirait (32)
  • kebaya cinta laura (24)
  • modifikasi brokat dengan batik sutra (15)
  • ethnic contemporer appmi (15)
  • baju casual anak untuk fashion show (14)
  • koleksi kebaya riny suwardy (12)
  • cocktail dress batik raden sirait (12)
  • rok volume anne avantie (12)
  • baju model batik nusantara pentas (10)

Posted by asep on May 23, 2012 in Artikel with No Comments


Kita semua wajib bersyukur dan bangga pada kebaya, baju nasional khas Indonesia. Busana yang satu ini bentuknya sederhana, hanya menangkup di tengah dan memanjang ke bawah, namun mampu menonjolkan sisi elegan dan kelembutan seorang wanita.

Dari bentuknya yang sederhana ini, ternyata kebaya mampu diadaptasikan dalam berbagai gaya busana, membuat kebaya mampu bertransformasi mengikuti kreativitas yang tidak terbatas. Boleh Anda bandingkan dengan baju tradisional negara lain, tidak ada yang sefleksibel kebaya untuk dimodifikasi menjadi beragam gaya.

Berikut ini transformasi gaya kebaya dari yang casual, natural hingga seksi.

Girly Casual

Dua kebaya yang dikenakan Agni Pratistha ini menunjukkan dua sifat berbeda dari kebaya yang tidak mengurangi keanggunannya. Kebaya dimodifikasi dengan lengan bertumpuk dan renda, menghadirkan gaya girly yang chic; sementara kebaya full brokat lengan medium ini memberikan tampilan yang lebih casual dan tradisional.

Bold and Princessy

Kebaya sederhana juga bisa dimodifikasi menjadi gaun mewah ala putri kerajaan Eropa yang berat, bold dan ‘mahal’. Permainan warna dan detail menjadi kunci utamanya, karena lekuk kebaya sendiri sudah sangat mendukung untuk gaun-gaun mewah ini.

Modern Sexy

Agnes Monica punya gaya sendiri untuk kebayanya. Untuk menghadirkan gaya busana panggungnya yang berani dan seksi, kebaya ini dimodifikasi menjadi backless, berpotongan dada rendah dan mengandalkan aksi sheer layer yang semakin mempercantik gaun.

Anda juga bisa mewujudkan apa pun pilihan gaya Anda melalui kebaya. Kekayaan wastra negeri kita ini benar-benar kaya dan sangat mendukung warganya untuk berkreasi.(dwi21)

Incoming search terms:

  • harga kebaya anne avantie (177)
  • kebaya agnes monica (48)
  • model kebaya agnes monica (39)
  • kebaya renda (30)
  • kebaya minang modern (20)
  • agnes monica kebaya (18)
  • agnes monica seksi (14)
  • GAUN PENGANTIN EROPA (12)
  • gaun seksi agnes monica (11)
  • BUSANA ETNIK TRADISIONAL KALIMANTAN TIMUR 2012 (10)

Posted by asep on May 16, 2012 in Artikel with No Comments


Kini saatnya Lenny Agustin menghadirkan koleksi premium, di hari ketiga Indonesian Fashion Week 2012. Gamelan Bali yang khas menjadi musik pengiring awal show koleksi Lenny kali ini, yang sangat pas dengan tema Offerings atau dalam terjemahan bahasa Indonesia disebut sesajen. Pada koleksinya ini, Lenny mengeksplor kegembiraan, sisi lain dari sebuah persembahan sesajen.

Koleksi hadir dalam kebaya–kebaya berbahan sheer, masih dengan ciri khas Lenny yang selalu mengangkat sisi tradisi dan dikemas dengan cara yang fun. Penggunaan bahan-bahan khas Bali seperti bahan poleng dan endek menjadi salah satu material bahan yang hadir dalam aplikasi padanan atasan atau rok span. Warna–warna cerah Sesajenan juga menjadi inspirasi.

Dengan menggunakan sulam Lampung, Lenny menyulap kain chiffon menjadi aplikasi hias sulam yang dipotong dan dijahit membentuk tali spaghetty untuk kemudian disusun dalam berbagai bentuk–bentuk unik dan kemudian disambungkan. Sentuhan energik tangan Lenny mampu mengubah kain–kain tradisi serta busana etnik menjadi sesuatu yang sifatnya funky.

Ia juga memadankan koleksinya dengan aksesoris yang sangat kaya akan bentuk dan warna, seperti sepatu pump dalam ragam warna–warna terang yang selaras dengan kalung dengan bandul ukiran yang colorful dan hiasan kepala yang juga menggunakan teknik sulam. Ditemui setelah show, kepada Vemale, Lenny mengungkapkan bahwa dominasi kebaya pada koleksi kali ini adalah untuk memberikan pilihan lain bagi para wanita yang ingin memakai kebaya.

Ada sentuhan Bali tapi tidak pure seperti aslinya, karena desainnya dibuat lebih funky. Tetap mengangkat keanggunan wanita Bali, tapi kesannya lebih muda. “Saya memang senang mengeksplor budaya Indonesia, saya juga suka sesuatu yang colorful. Kalau dulu Makasar dan Batak, kali ini saya ingin menampilkan sisi mistik Sajen, sesuatu yang sakral bisa tampil lebih funky, ada warna – warni dan di situ saya juga lihat ada kegembiraan karena sajen itu juga merupakan simbol kegembiraan.

Ide pembuatan kue dari tepung beras yang berwarna–warni dalam kue sajian, saya aplikasikan dalam sulaman kain,” ujar Lenny. Menurutnya pada koleksinya kali ini, sulaman paling banyak memerlukan banyak waktu dan ketelitian, karena semua pekerjaannya dengan tangan. Penggunaan bahan chiffon diperhitungkan agar susunan sulaman tidak berat jatuhnya nanti.

“Kebanyakan aku nggak pernah ambil bahan-bahan yang punya makna-makna yang sakral, pakai yang umum-umum saja, dan biasanya aku wujudkan dengan gaya yang lebih ngepop, misalnya dulu waktu Makasar kalung-kalung dari emas, aku ubah menjadi kalung-kalung yang lebih ngepop,” tandas Lenny saat ditanyakan mengenai beberapa bahan yang memiliki nilai sakral.

Dalam koleksi Offerings kali ini, Lenny mengambil unsur–unsur dalam pura. Besek sebagai wadah sajen pun diambil teknik anyam tikarnya sebagai aplikasi pelengkap koleksinya. Ia juga menjelaskan bahwa bahan-bahan koleksi Lenny Agustine masih banyak menggunakan bahan–bahan import. Kain-kain koleksi Lenny Agustine yang dianggap ekslusif ini digubahnya dalam budaya khas Indonesia, seperti baju bodo ataupun kurung.(dwi20)

Incoming search terms:

  • kebaya lenny agustin (150)
  • jahit kebaya pengantin (120)
  • model baju endek bali (101)
  • kebaya bali modifikasi terbaru (56)
  • baju endek (53)
  • koleksi kebaya lenny agustin (52)
  • model baju endek (51)
  • penjahit kebaya pengantin (46)
  • model kebaya lenny agustin (41)
  • baju endek bali (37)

Posted by asep on May 16, 2012 in Artikel with No Comments


Show pamungkas ini menampilkan karya Ferry Sunarto, Musa Widyatmojo dan Anne Avantie yang memamerkan karya terbaiknya melalui inspirasi etnik yang elektik dalam pagelaran BNI presents Ethnic Eclectism.

Dalam 18 rancangan bertema ‘The Fascinating Romance’, Kekaguman Ferry pada Bali, diwujudkan dalam koleksi yang menggunakan nuansa kain melayang ringan berpadu dengan keindahan motif brokat dan padanan kain songket Bali yang istimewa. Taburan mutiara dan kristal dalam warna-warni lembut menciptakan tampilan sophisticated dan glamour, begitu menawan.

Pemakaian kain silk, katun, lace, tulle, organza dan jacquard mengemas kebaya sedemikian cantik dengan look yang modern tanpa melupakan akar tradisional yang sudah ada. Melalui karyanya, Ferry berharap kebaya dapat berkembang lebih hebat lagi sehingga nantinya kebaya dapat dikenal di pentas dunia.

Saat Ferry Sunarto lebih berfokus pada busana made by order, Musa Widyatmojo telah siap memenuhi target pasar lebih luas dengan koleksi ready to wear nya. Melalui labelnya M by Musa, desainer senior ini menghadirkan busana bagi wanita kosmopolitan dengan sentuhan Indonesia. Dalam 30 koleksinya kali ini, M by Musa hadir dengan desain yang modern dan classy dalam bentuk dress, top, celana dan rok diminati oleh pasar.

Pada IFW 2012, label M by Musa ini menghadirkan tema the (ine) Kelimutu yang membawa budaya wanita Kelimutu, kabupaten Ende, menjadi desain yang cocok untuk kehidupan wanita urban. Dengan formula yang tepat, Musa mencampurkan pengaruh budaya, tren global dan kebutuhan konsumen menjadi deretan busana yang menawan dan berdaya pakai.

Maestro kebaya Anne Avantie menutup fashion show di Plenary Hall, pada kesempatan ini juga seluruh pengunjung IFW 2012 ini dibebaskan untuk masuk dan melihat fashion show karya Maestro batik kontemporer ini. Dengan tema Indonesia Sehati, Anne menyuguhkan pagelaran epic hasil kolaborasi dengan Guruh Soekarno Putra dan Garin Nugroho.

Suguhan busana karya Anne terinspirasi oleh syair lagu yang diciptakan Guruh Soekarno Putra dan narasi Garin Nugroho. Desainer kelahiran Semarang ini menyajikan karya yang dipadu narasi, gerak, tari dan lagu sekaligus di dalam sebuah kemasan. Di fashion show ini, Anda akan disuguhkan kekayaan karya seorang Anne Avantie; kebaya, busana ready to wear (lawasan) hingga karya batik ber-Prada dengan emas coletan.

fashion, dedikasi dan keuletan ibu tiga anak ini dalam mengembangkan kebaya membuatnya patut mendapat apresiasi yang tinggi. Tanpa background dan keahlian menggambar sebagai salah satu seorang desainer, Anne membuktikan bahwa di dunia ini tiada kata TIDAK jika kita melakukannya dengan sepenuh hati dan bekerja keras untuk mewujudkannya.

“Menutup Acara hebat ini, saya akan memberikan persembahan melalui ‘Indonesia Sehati’, di show ini terkandung makna persatuan, di mana persatuan itu penting sekali untuk kita dapat menuju tujuan kita, menyatukan seluruh kekuatan yang kita punya untuk membuat Indonesa lebih maju kedepannya,” ucap Anne Avantie pada konferensi pers, sebelum memulai show.

Anne juga menjelaskan dalam shownya kali ini, ada inovasi baru yang ia kembangkan dalam koleksi kebayanya, yaitu penggunaan Batik Lawas dan kain sarung. Dalam koleksi karyanya kebaya pakem dengan bahan stagen digunakan sebagai bagian dari material kebayanya.

Kebaya merupakan bagian dari sebuah sejarah perjalanan bangsa ini, budaya kebaya yang telah menjadi ciri khas wanita Indonesia, digambarkan dalam sosok seorang ibu negara, Ibu Fatmawati yang begitu anggun dengan penampilan kebayanya yang sedang menjahit bendera Merah Putih yang di peragakan oleh para model, membuka show ini.

Seperti pagelaran show Anne Avantie lainnya, fashion show selalu hadir penuh kemeriahan dan decak kagum gempita tepuk tangan yang meriah. Beberapa selebriti hadir sebagai model, mulai dari para pasangan artis, mulai dari Atiqah Hasiholan dan Rio Dewanto, Teuku Zacky dan pasangan, juga Okan dan Pasangan. Sementara pasangan ibu dan anak tampil anggun dengan kebaya berwarna merah adalah Marcella Zalianty bersama ibu dan adiknya juga Marini bersama sang anak Shelomita.

Persembahan lagu dari B Three, Yuni Shara dan Krisdayanti juga Harvey Malaiholo dan Deni Malik juga menjadi hiburan tersendiri bagi para penonton yang tak habis dengan rasa kagum akan keelokan kebaya dari sang Maestro Kebaya Kontemporer, Anne Avantie. Show ini juga didukung oleh penampilan model–model senior yang melenggok anggun dengan kebaya.(dwi19)

Incoming search terms:

  • model gaun brokat (153)
  • kebaya dress brokat (135)
  • gaun batik anne avantie (129)
  • kebaya bali modifikasi (109)
  • jakarta fashion week kebaya (71)
  • kebaya fashion week (41)
  • gaun songket (35)
  • kebaya gaun anne avantie (33)
  • koleksi kebaya ferry sunarto (32)
  • dress brokat 2012 (31)

Posted by asep on May 16, 2012 in Artikel with No Comments


Enam belas desainer yaitu Agnes Budhisurya, Wignyo Rahadi, Aarti Pieces of Art, Lia Mustafa, Melia Wijaya, Estrelita Maya Zefanya, Afif Syakur, Handy Hartono, Pinky Hendarto, Oky Wong, Borneo by APPMI Kalimantan Barat, Tedjo Laksono, Dana Rahardja, Poppy Dharsono, Fomalhaut Zamel dan Gregorius Vici menampilkan beragam busana etnik kontemporer.

Show dibuka oleh koleksi Agnes Budhisurya dalam tema Panen. Masih dengan ciri khas Agnes, keindahan kain dalam guratan kuas yang diwujudkan dalam lukisan di atas kain. Kemudian disusul oleh Wignyo Rahadi, Swarnadwipa mengemas keindahan dan kekayaan budaya nusantara yang salah satunya adalah tenun. Detail motif yang unik dari seluruh nusantara menjadi inspirasi dalam koleksi ready-to-wearmodern dengan teknik khas dari Tenun Gaya yaitu teknik Sulam Benang Putus, Salur Bintik, Full Bintik dan motif dari tenun Sikka, NTT dan Papua.

Dalam tema A Touch of The Archipelago, Ariani Pradjasaputra menghadirkan perpaduan busana dipadu dengan koleksi perhiasan nan etnik yang menghadirkan imajinasi dewi – dewi dengan volume – volume besar, seperti kalung yang panjang bak menyelimuti tubuh. Koleksi Lia Mustafa dalam tema LUMIERE 2 By Lia Mustafa yang memadu kain tradisional dengan teknik sulam dan beberapa aksen hias.

Sementara koleksi Melia Wijaya dengan tema Jatayumenghadirkan teknik potongan kain yang disusun rapi, memadukan motif dan warna. Koleksi Estrelita Maya Zefanya terinspirasi oleh siluet kebaya dan lilitan kemben, dikawinkan dengan etnik Spanyol (tarian Flamenco) dengan detail zipper, sesuai dengan tema yang dipilih yaitu “Zip Rosa”.

Mengambil tema Simply Versatile, Afif Syakur menghadirkan koleksi dengan konsep casual yang juga dapat digunakan untuk kesempatan khusus (cocktail/evening). Desain cutting, motif, dan warnanya casual, namun cukup glamour untuk pesta. Aroma pesona negeri Cina menonjol dari koleksi Handy Hartono, dalam temaDragon Year, dalam bahan – bahan batik berwarna merah, satu hal yang mendominasi adalah motif Naga dalam bermacam warna dan teknik.

Pinky Hendarto hadir dalam Heaven of the Sea, yang mengajak kita menyelami keindahan alam bawah laut Indonesia, seperti Taman Laut Bunaken, Karimunjawa dengan warna-warni flora dan faunanya yang fantastis. Para model saling berbincang, tertawa dan saling menyapa, koleksi Oki Wong dalam tema Miss Dmenghadirkan koleksi yang sangat bergaya muda dan energik yg diilhami dari kehidupan dunia anak-anak.

BORNEO by APPMI Kalimantan Barat hadir dengan tema Ethnic Contemporer, menciptakan koleksi dalam keindahan kain – kain khas Kalimantan Barat yang kaya akan kain-kain tradisional, salah satunya adalah tenun dari Putusibau, Kalimantan Barat. Kain Tenun ini dipadukan dengan bahan tafeta berwarna cerah, pemakaian uring digunakan bahan bermotif , terinspirasi dari baju tradisional suku Dayak.

Aksesories memakai manik-manik yang juga merupakan kerajinan khas suku Dayak, Kalimantan Barat. Koleksi Tedjo Laksono hadir selanjutnya dalam tema Batik in Harmoni yang mengangkat motif batik dari Wonosobo. Sweet Seductiondihadirkan oleh Dana Rahardja, menggambarkan sebuah garden party, dihias dengan bunga-bunga berwarna pastel, gadis-gadis muda berdandan dengan sedikit sentuhan gaya tahun 60an, yang bercanda-canda danflirting.

Poppy Dharsono menghadirkan koleksi wastra nusantara yang digubah menjadi taste Eropa dalam jas – jas panjang, dress, dan bolero yang mewah. Dilanjutkan oleh Fomalhaut Zamel dalam temaComplicatedmenggambarkan keadaan kehidupan sekarang ini yang menjadi tumpang tindih, morat marit dan suasana yang panas membuat emosi menjadi meluap-luap dan tidak stabil.

Semua keadaan ini dapat dilihat dari desain koleksi ini yang asimetris, unfinished dan bervolume. Koleksi Gregorius Vici dalam Eclectic Geometric menutup parade show para desainer anggota APPMI ini. Koleksinya menggambarkan kekuatan garis geometris dengan cita rasa tradisional yang kental, untuk mewujudkan secara sempurna, digunakan etnik, katun polos, chiffon sutra print, chiffon sutra polos untuk mendukung desain dengan tampilan modern dan sebagai hasil akhirnya tak lain adalah busana ready-to-weardan street wear.(dwi18)

Incoming search terms:

  • koleksi kebaya djoko sasongko (58)
  • baju etnik modern (18)
  • fomalhaut zamel (16)
  • gregorius vici (15)
  • gaun pesta etnik (13)
  • busana batik khas benang bintik (10)
  • kebaya dress estrelita (10)

Posted by asep on May 16, 2012 in Artikel with No Comments


It’s me merupakan tajuk pagelaran busana karya Adji Notonegoro 2012. Dengan gaya yang sangat Adjie, dalam gelaran Bazaar Wedding 2012 di hari ketiga, Adjie menampilkan koleksinya yang ditujukan untuk para perempuan Kosmopolitan yang penuh percaya diri dan tahu apa yang ingin dikenakannya.

It’s Me adalah koleksi karyanya yang berbeda dari koleksi sebelumnya. Ada pengurangan penggunaan payettes dan sebagai gantinya, butir – butir kristal ditempatkan sebagai aksen kemilau yang gemerlap pada detail aksen desain dan potongan yang luar biasa, yang mewujudkan penampilan anggun dan dramatis.

It’s Me, sebuah gaya pribadi yang merupakan pilihan gaya personal yang sangat individu, ditujukan untuk perempuan – perempuan dengan kecantikan yang berkarisma. Koleksi ini terinspirasi gaya pribadi yang kuat dari perempuan – perempuan seperti Grace Kelly, Audrey Hepburn, Rita Hayword, Evita Peron, Lady Diana, ibu Fatmawati Soekarno, ibu Ratna Sari Dewi Soekarno, Ibu Umar Wira Hadikusuma, serta mendiang sang ibunda ibu Ami Djati Prayitno. Tidak ketinggalan gaya red carpet Hollywood masa kini pun juga menjadi sumber inspirasi, menghadirkan gaun-gaun modern yang elegan di antara kebaya-kebaya klasik yang cantik.

It’s Me menampilkan karya – karya Adjie Notonegoro dengan pilihan warna – warna yang kuat, multi warna dan solid dengan sentuhan warna hitam dan putih. Koleksi dimulai dengan kebaya – kebaya bergaya klasik, misinya adalah mengembalikan kebaya-kebaya tempo dulu yang mulai ditinggalkan wanita-wanita zaman sekarang. Sejumlah 42 koleksi, 1 kebaya pengantin dan 2 gaun pengantin, koleksi Adjie didominasi dengan warna-warna cerah.

Dalam show ini ia mencoba mengedukasi masyarakat bahwa baju tanpa aksen gemerlap pun bisa terlihat mewah. Tergantung bagaimana memadupadankan dengan aksesorisnya. Ia mengaku sedikit terganggu dengan busana yang banyak menggunakan payet.

“Saya mengenang ibu Fatmawati Soekarno, ibu Tien Soeharto dengan cara mengembalikan desain kebaya tempo doeloe. Hanya Indonesia yang bisa memadukan baju bridal dengan bunga dan batik,” ungkap Adjie.

Menampilkan tiga baju pengantin dengan salah satunya kebaya, dalam 42 koleksi Adjie hanya menampilkan koleksi baju pesta. Dengan penyelesaian total selama 4 bulan, Adjie mengaku, meski di dalam penjara ia masih bisa melakukan pekerjaannya, menyelesaikan pesananan pelanggan.

Show terbagi dalam beberapa segmen. Segmen pertama, Adjie menampilkan koleksi kebaya tempo dulu dengan potongan sederhana bermotif terang, bunga – bunga, serta kembang yang indah. Dalam sesi ini juga, para sahabat Adjie juga dihadirkan sebagai model, sebut saja Angel Lelga dengan kebaya putih panjangnya dipadu kain, menyusul pasangan senior, Roy Marteen dan Rima Melati juga Widyawati dan Slamet Raharjo.

Sesi kedua, evening gown hadir dalam gaya Parisian look, rok ballerina mengembang, atau dress pink cerah dengan rok balon dan garis leher yang dibuat seperti bunga merekah. Gaun – gaun panjang dalam warna yang mewah, menghadirkan style Goddess yang anggun dengan warna yang kuat, yaitu hijau, merah, biru, hitam.

Satu gaun pengantin dibuat dalam bentuk jubah dengan bodysuit shimmery silver, menjadi “gong” koleksi Adjie saat sang model membuka jubah penuh detail tempelan bunga bertransformasi menjadi tampilan seksi dan menggoda dengan bodysuit silver sebagai penutup acara.(dwi16)

Incoming search terms:

  • kebaya encim modern lengan pendek (25)
  • koleksi kebaya modern adjie notonegoro (18)
  • kebaya pesta artis (12)
  • model kebaya tempo doeloe (12)
  • macam macam model kebaya silver (11)

Posted by asep on May 16, 2012 in Artikel with No Comments


Babad Tanah Jawi menjadi salah satu sumber inspirasi utama dalam setiap karyanya beberapa tahun terakhir ini. Mengungkap sejarah keemasan, betapa kaya negeri ini akan peradaban, budaya, dan filosofi yang mendalam.

Kebesaran peradaban tanah Jawi ini tercerminkan pada keberadaan kerajaan yang hingga saat ini tetap anggun terbangun, menjaga kultur, adat istiadat serta melakukan pesan-pesan moral dan spiritual yang tersimpan di setiap karya yang diciptakan. Kembali ke esensi namun tetap menjaga Spirit pembaruan tercermin dalam karya Era Soekamto kali ini dengan judul koleksi ‘Jangan Menir’.

Terinspirasi dari Royal Wedding Keraton Yogyakarta yang sangat menjunjung tinggi pakem budaya yang sarat arti namun dengan siluet simple dan modern. ‘Jangan’ yang berarti sayur mayur, ‘Menir’ berarti beras adalah nama dari baju pengantin Jawa berwarna hitam beludru dengan dekorasi keemasan yang mempunyai arti kemakmuran berasal dari kekayaan hati untuk mencapai puncak keemasan dalam pengabdian total terhadap Yang Maha Esa.

Hadir dalam pakem Kebaya Kutu Baru, kebaya Kartini, Evening Dress yang terinspirasi dari kebaya Modern. Warna klasik putih, hitam, emas, biru dan merah menghiasi koleksi ini. Handwork yang dipadu dengan Sutra taffeta, Satin Duches, Velvet, tulle, Sutra ATBM, 100 % katun dan sutra.

Dengan paduan batik Iwan Tirta yang menjunjung tinggi pakem dalam membatik, menghadirkan motif klasiknya, Sawunggaling sang Ayam Merak sebagai perlambang kegagahan (Ayam Jantan) dan keanggunan (Merak), yang menghadirkan sosok wanita kaya hati, jiwa, kuat dan anggun. Serta motif Berasan yang menggambarkan kemakmuran, serta motif-motif klasik seperti Cinde dan Truntum karya Iwan Tirta khusus untuk pengantin Jawa.

Memadu aroma senandung jawa dengan bossa jazz, show dimulai dengan model yang tampil dalam kebaya panjang putih tanpa lengan atau dibuat transparan, kemudian hadir juga long tube dress kuning gading, dengan bagian lengan  dan leher dibuat transparan. Juga long tube dress berwarna merah dengan rok lapisan yang dalamannya dilapis kain batik. Warna–warna gothic dalam hitam atau fuchsia pekat yang hadir feminim dalam paduan material lace yang halus.

Meski hadir dalam warna-warna gelap, statement warna terang seperti merah hadir dalam aksesoris, kipas bulu berwarna merah. Dikemas dalam siluet simple dan modern, inspirasi Royal Keraton nampak begitu megah dan anggun. Semua ditampilkan oleh Era Sukamto kali ini, dalam Fashion week bridal pertama, Bazaar Wedding Exhibition 2012 di Ritz Carlton Pacific Place.(dwi15)

Incoming search terms:

  • kebaya kutubaru (112)
  • penjahit kebaya pengantin di jogja (35)
  • penjahit kebaya di jogja (22)
  • GAMBAR KEBAYA SIMPLE UNTUK SERAGAM (20)
  • kebaya modern simple lengan pendek (20)
  • kebaya simple 2012 (17)
  • kebaya kuning gading (16)
  • grosir kebaya lengan pendek (16)
  • baju manten (16)
  • jahit kebaya jogja (15)

Posted by asep on May 16, 2012 in Artikel with No Comments


Raden Sirait masih mengusung semangat “Kebaya For The World” di pagelaran tunggalnya untuk kali ini, yang khusus digelar pada perhelatan Jakarta Fashion & Food Festival (JF3) 2012.

Show ini merupakan show pembuka dari rangkaian pagelaran busana puluhan desainer berbagai asosiasi Fashion atau desainer perorangan, yang akan berlangsung selama 2 minggu, sejak 14 Mei 2012 hingga 27 Mei 2012. Tema tahun ini adalah “8 Tahun Berkarya Untuk Semesta – Syukur Tiada Akhir, Bahagia Tiada Ujung” menyesuaikan tema JF3, “InnoFashion”.

Raden Sirait melakukan inovasi besar dalam jenis atau genre pakaian yang ditampilkan, tidak hanya kebaya, Raden juga menghadirkan koleksi gaun malam yang lebih terbuka namun tetap menampilkan kesan elegan. Permainan warna terang dalam gaun-gaun malam, mencuatkan kesan goddess  ini tampak begitu glamour membalut para model.

Di sisi lain, gaun kaftan yang sangat tertutup melengkapi koleksi busana Raden. Beberapa busana untuk para pemakai hijab hadir begitu mewah dalam kecerahan warna dan motif yang cantik. Selain itu, Raden juga menampilkan gaun batik mini dan ballgown yang terkesan sangat mewah dan ningrat.

Ada juga koleksi gaun berbahan kulit sentetis yang sangat seksi dibalut jubah menjuntai panjang. Sebanyak 80 busana karya Raden Sirait yang merupakan masterpiece dipamerkan oleh 80 model, mayoritas adalah artis ternama, presenter, penyanyi, serta model-model cantik. Seperti biasa, lima ikon yang selalu menjadi ambassador dari koleksi Raden Sirait tampil, mereka adalah Ardina Rasti, Asty Ananta, Imelda Fransisca, dan Maudy Koesnaedy.

Mereka hadir hadir sebagai model kunci yang menjalin kisah cerita 8 sekuel yang ditampilkan pada malam itu, Senin, 14 Mei 2012 di  Hotel Haris Ballrom Kelapa Gading. Julia Perez hadir dalam gaun tube mini menawarkan aroma kebaya nan anggun namun juga menebar kesan sensual, dalam kebaya yang didesain begitu seksi dengan belahan sedikit terbuka di bagian dada.

Dalam pagelaran kali ini pula, Raden memperkenalkan empat ikon terbaru Raden Sirait, yaitu Smitha Anjani, seorang artis, Andara Raini (None Jakarta 2009 dan Putri Pariwisata 2012), Lucianan Zalusca seorang model baru, serta artis peraih Piala Citra untuk artis terbaik “Sang Penari”, Prisia Nasution.

Show bertabur para bintang dan publik figur ini semakin meriah dengan sajian live music perfomance, menampilkan Putri Ayu, Kristina, Dewi Gita, Lea Simanjuntak, Topodade dan masih banyak lagi. Tujuh dari sembilan face icon JF3 juga akan hadir di catwalk membawakan salah satu sekuel yakni, Alanys, Karenina, Dominique Agisca, Paula Verhoeven, Laura Muljadi, Prinka Cassy dan Kelly Tandiono.(dwi14)

Incoming search terms:

  • koleksi kebaya raden sirait (74)
  • kebaya pengantin raden sirait (57)
  • model kebaya kombinasi sifon (35)
  • model kebaya dewi gita (27)
  • batik raden sirait (23)
  • kebaya artis terbaru (23)
  • gaun malam bahan brokat (18)
  • model kebaya modern kombinasi sifon (18)
  • model baju kebaya kombinasi sifon (14)
  • kebaya modern 2012 rok pendek (12)

Posted by asep on May 16, 2012 in Artikel with No Comments


Pembukaan event akbar ini dibuka resmi oleh empat kementerian yaitu Menteri Perindustrian, Perdagangan dan Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah serta Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Acara yang digelar selama 4 hari ini menghadirkan ragam kegiatan mulai dari exhibition, talkshow serta fashion show yang menghadirkan bakat – bakat terbaik dunia fashion Indonesia dengan melibatkan 400 brand, 200 designer yang siap berpartisipasi.

Show perdana dibuka oleh desainer tamu asal Siria, Omar Matini, menghadirkan koleksi F.Collection dengan rancangan seksi dalam detail mewah melengkapi pribadi eksklusif wanita modern dan feminim. Dalam tema rancangan yang Glitz DesireMatini hadirkan pilihan busana terusan feminin dengan potongan seksi.

Beberapa detail yang penuh kilau seolah menjadi ciri gaya glamour desainer besutan fashion TV ini. Hadir dalam warna – warna pastel, kesan luks dan elegan tampil dalam permainan detail hias, aplikasi manik, batu dan bulu. Mengangkat lekuk garis tubuh wanita yang indah memang ditampilkan sangat kuat oleh produk fashion berlabel Matini yang telah mendunia, di Eropa, Amerika, dan Timur Tengah ini.

Show kemudian berlanjut dengan penampilan desainer – desainer APPMI bertajuk Afflair Flair by Designer’s Parade, menghadirkan koleksi Cocktail wear – Show Parade. Jazzy Pasay mengangkat tema Ilalangmengintrepretasikan keindahan hamparan ilalang di sawah yang menghijau kecoklatan menjadi sumber inspirasi IFW 2012 ini.

Dalam gaun panjang yang anggun, bolero dengan teknik tumpuk menjadi salah satu bagian tampilan yang menarik dalam koleksinya. Berlanjut ke koleksi Elok re Napio yang menggambarkan eleganitas keindahan, kemakmuran dan kesejahteraan daerah Jawa masa lalu yang dimunculkan dalam kebaya dengan menghadirkan warna – warna kemakmuran yaitu warna – warna mineral antara lain warna logam mulia emas, perak dan warna lain seperti tembaga, hitam putih seperti mutiara.

Siluet dan detil mengarah ke tradisi kebaya namun dengan sentuhan modern. Ferry Daud dalam Touch of Minang menampilkan kebaya etnik yang diberi sentuhan modern, dipadu songket minang yang dijadikan rok, dan ditambah aksen payet, mutiara dan Kristal. Show berlanjut dengan menampilkan koleksi Alea Shoes by Komelia Ersan dan dilanjutkan koleksi Evening Wear by Grace Fenny dalam gaun malam broken white diperapik dengan hiasan monte dan aksen pita yang juga terlihat pada koleksinya kali ini.

Zaenal Songket menggambarkan Langit Biru di Sriwijaya dengan koleksi songket yang dipadu dengan bahan berwana biru, menghadirkan keelokan nan elegan wanita melayu. Koleksi Jimmy Fei Fei mengambil garis rancangan ala wanita gipsi dengan rok melebar dan garis leher Sabrina serta aplikasi ruffle yang mempertegas tampilan.

Koleksi Denny Djoewardy dalam Sawunggaling mengambil inspirasi tokoh dari nama yang sama, yang gemar menyabung ayam, dengan warna merah dan hitam mendominasi gaun – gaun berwarna merah maroon, dengan penghias kepala tanduk yang meliuk ke atas. Joko Sasongko hadir dalam Neo-Ethnique, menampilkan pola dan motif ukit yang ditemui pada bahan – bahan tradisional menjadi inspirasi desain kebaya modern tanpa membuang kesan etnik.

Tiga perancang terakhir menutup parade show adalah Geraldus Sugeng, Harry Ibrahim dan Marga Alam. Dalam tema Naturegraphy, Geraldus Sugeng memadu detail yang bertumpuk dan bersifat tidak beraturan menghasilkan efek detail yang menarik. Elemen alam dipadu dengan kontruksi pola, memadu bahan kaku dengan bahan tipis menghasilkan kontur perspektif siluet. Penggunaan bahan shantung silk, sifon glitter maupun taffeta silk dengan bahan pendukung Chantelly Tule brokat dipadu siluet ringan modern dan elegan menghasilkan gaun malam atau koktail dengan teknik handcraft payet dan susunan tali.

Koleksi Harry Ibrahim mengangkat tema Coronation, dramatisasi prosesi pemahkotaan ratu (Coronation) dalam imajinasi pernikahan. Sementara Marga Alam yang menjadi show penutup mengangkat tema Romancing Worlddengan gaun malam dalam siluet berbentuk body fit, rok mini, span, model mermaid dan ball gown yang indah.(dwi13)

Incoming search terms:

  • model kebaya encim lengan pendek (64)
  • kebaya modern remaja untuk wisuda (57)
  • fashion show kebaya modern (41)
  • model kebaya bahan brokat prancis (36)
  • kebaya semi dress wisuda (16)

Posted by asep on May 14, 2012 in Artikel with No Comments


Untuk Anda yang tengah hamil tua namun tetap ingin tampil anggun khususnya dalam menghadiri pesta pernikahan kerabat maupun sanak keluarga bisa juga selalu tampil gaya dalam berkebaya.

Agar selalu terkesan tetap tampil muda dan modis, kenakanlah kebaya modern yang bergaris leher ‘sabrina’ dengan kerah ‘peterpan’ dari bahan brokat yang tepinya dijahit dgn ‘finish’ bordir biku.

Yang perlu diperhatikan juga yaitu bagian di bawah dada atau pada garis empire, dibuat mengembang atau baby doll dan sematkanlah tali pada garis empire tersebut. Jika memungkinkan, padukan dengan bentuk lengan lonceng tanpa foering. Buatlah kain menjadi rok ‘kanguru’ pada bagian perutnya.(dwi12)

Incoming search terms:

  • kebaya hamil (407)
  • kebaya ibu hamil (327)
  • kebaya untuk ibu hamil (281)
  • model kebaya untuk ibu hamil (222)
  • model kebaya ibu hamil (129)
  • kebaya hamil muslim (91)
  • kebaya hamil modern (90)
  • kebaya ibu hamil modern (63)
  • model kebaya modern untuk ibu hamil (55)
  • kebaya untuk wanita hamil (55)

Jahit Kebaya dan Dress Pesta :

  • Jahit Kebaya

  • You might also likeclose