081282229249 | www.jahitkebaya.net

Jahit Kebaya .Net (Tlp : 081282229249)

Posted by asep on May 30, 2012 in Artikel with No Comments


Model kebaya pengantin muslim tidak kalah menarik dengan kebaya lainnya. Memang perbedaannya, kebaya muslim serba tertutup, namun bukan berarti Anda tidak bisa tampil menarik saat mengenakan kebaya ini. Anda hanya perlu memilih desain kebaya yang sesuai dengan usia, bentuk dan tinggi badan.

Bagi Anda yang masih muda misalnya, kenakan model kebaya dengan aksen bordir sederhana. Sedangkan untuk kebaya pengantin muslim, Anda bisa memilih kebaya dengan bordir atau aksen lainnya yang bisa membuatnya tampak mewah dan anggun. Bisa dengan bahan lace atau brokat serta dilapis dengan bahan pelapis chiffon yang tidak menerawang.

Untuk pemilihan warna, jika pernikahan dilaksanakan pada siang hari, pilihlah warna lembut. Jika acara dilaksanakan pada malam hari, pilihlah warna yang lebih terang atau cenderung gelap. Untuk acara pesta formal, Anda bisa memilih model kebaya dari bahan organdi atau brukat.

Jika Anda memiliki postur tubuh tinggi, bisa membuat model kebaya panjangnya hingga mata kaki. Bagi yang posturnya biasa saja dapat mengenakan kebaya panjang hingga sebetis. Pastikan mengenakan kain senada dengan pengantin pria dan mengenakan penutup kepala (kerudung) satu warna dengan kebayanya, tanpa motif atau sederhana saja.

Model kebaya bagi Anda pemilik postur tinggi-kurus, buatlah kebaya panjang di atas lutut dengan kerah sabrina yang dapat menutupi tulang bagian leher. Anda juga bisa memilih model kebaya berleher agak rendah dan berbentuk U, dengan panjang kebaya mencapai tengah paha atau atas lutut dan tidak kepanjangan. Untuk aksen pemanis, berikan sedikit payet-payet di seluruh kebaya yang tersebar secara merata. Agar lebih menarik lagi, Anda bisa mengenakan sarung (kebawahan kebaya) dan selendang bercorak mencolok untuk menyamarkan tubuh sehingga tampak berisi.

Bagi Anda pemilik tubuh mungil, hindari kebaya pengantin muslim yang bertumpuk, longgar dan berwarna gelap. Pilihlah kebaya yang sederhana seperti blus tunik dari bahan thai silk dengan hiasan bordir.

Model kebaya pengantin muslim yang baik ialah yang tidak ketat dan membentuk tubuh, tidak tipis juga transparan, dan harus menutup aurat. Pastikan kebaya yang akan Anda kenakan nyaman, sehingga Anda bisa menikmati hari pernikahan Anda. Kunsultasikan kembali dengan vendor yang bersangkutan mengenai pemilihan bahan serta modelnya.(dwi35)

Incoming search terms:

  • model kebaya nikah (237)
  • kebaya muslimah untuk pesta (157)
  • model baju pengantin muslimah (109)
  • pernikahan muslimah (68)
  • model gaun pengantin muslimah (65)
  • kebaya muslim brokat (49)
  • baju kebaya pengantin muslimah 2012 (48)
  • model kebaya muslimah 2012 (44)
  • desain baju pengantin muslimah (41)
  • kebaya muslim sederhana (30)

Posted by asep on May 30, 2012 in Artikel with No Comments


Busana Shanghai atau Cheongsam seperti halnya budaya berkebaya di sini. Kalo dulu kebaya cuma pakai kain, sekarang bisa pake rok, celana, begitu pula busana Shanghai,dan yang pasti wanita – wanita sekarang makin peka dan pintar dalam memilih apa yang ingin mereka pakai,” begitu ucap Sebastian Gunawan sumringah, seolah melepas rasa lega mengingat ini adalah show awal tahunnya yang cukup singkat dalam persiapan namun mampu terlaksana dengan sempurna.

Desainer yang akrab dengan panggilan Seba ini, berhasil kami ajak sedikit berbincang di tengah persiapan shownya di Mulia Hotel kemarin. Mengenai koleksinya kali ini, tema diambil dari inspirasi tahun 20an yang menurutnya pada era tersebut unsure kemewahan dan percampuran budaya saat itu sangat kuat.

Dalam hal cutting Seba menjelaskan unsur embrodery, payet, juga drapir dengan banyak penggunaan bahan tile, brokat, duchess satin, damask, permainan padu padan jenis bahan serta twist of look juga terlihat dalam koleksinya kali ini. Contohnya atasan cheongsam berbahan lace ketat dengan tampilan seolah kemben dipadu modifikasi balloon skirt berbahan tulle, baju Cina dengan style kebaya, blouse Cheongsam dengan potongan lebih dramatis, serta kebaya encim dipadu blouse Cina dengan floating skirt.

Dalam pemilihan bahan, Seba mengaku menggunakan warna – warna khas Cina, yaitu merah, hijau, emas, silver dan brown, sementara untuk melengkapi tampilan gaya rambut dibuat dengan inspirasi negeri Tibet. Dikenal sebagai perancang kreatif dan produktif, koleksi bernuansa Oriental ini ia beri tema Shanghai Swing.

Tema berkisah tentang eksplorasi Sebastian Gunawan pada cheongsam yang sering disebut juga sebagai ‘baju Shanghai’. Baju tradisional itu diinterpretasikan kembali menjadi beragam gaun modern masa kini yang kaya siluet, konstruksi, detail dan kemewahan baru.

Bagi Seba, gaun cheongsam sama halnya dengan kebaya, baju tradisional yang bisa dikembangkan menjadi lebih modern. Juga seperti little black dress di mana pemakai memilikinya sebagai busana yang bisa ia simpan dan pakai kembali setiap saat, baik untuk acara yang spesifik maupun non spesifik. Tips darinya, bagi wanita yang enggan menampilkan busana yang bagian atasnya terbuka, baju cheongsam bisa dijadikan pilihan.

Peragaan yang digelar menjelang datangnya Tahun Naga ini, diharapkan dapat menjadi alternatif pilihan berbusana dalam perayaan Tahun Baru Imlek nanti. Sebanyak 60 koleksi yang ditampilkan sore ini merupakan sebuah dunia cheongsam di mata Sebastian Gunawan. Konstruksi cheongsam dibuat dalam berbagai tampilan dengan tetap memperlihatkan ciri khas baju cheongsam selama ini, yaitu bentuk kerah Cina, siluet ramping dan lengan pendek.

Dengan tebaran kristal, manik dan aksen bulu, gaunnya terlihat penuh kemewahan dan bernuansa Eropa. Pesona lainnya hadir dalam pola floating skirt yang ringan dan genit memberi kesan gaya elegan ala Dior era 1950-an. Bahan brokat bunga dengan taburan mutiara menyampaikan feminitas, sementara bordiran motif-motif khas Oriental memberikan nuansa klasik tradisional yang kuat.

Pada rancangan lain, gaunnya berpotongan pas badan dengan kombinasi rok transparan yang terlihat sexy. Beberapa gaun cheongsamnya membawa suasana folklorik dengan aksen frill yang tegas pada rok dan juga melalui bordir bergambar bunga dan burung yang diilhami seni kerajinan sulam Cina. Gaunnya tidak selalu berpotongan terusan satu bagian.

Seba juga menawarkan rancangan dua bagian terdiri bolero atau blus pendek yang ditumpuk di atas gaun panjang strapless. Bahkan ada yang terdiri dari tiga bagian yang merupakan kombinasi bolero, blus dan rok. Koleksi dibuka dengan rancangan gaun pendek cocktail dan berakhir pada gaun panjang untuk malam hari. Aksesori menjadi daya tarik tersendiri, terinspirasi budaya Tibet dan perhiasan maharani India, ia hadirkan hiasan kepala berupa bando bergantung bandul chandelier bebatuan, kristal dan mutiara.

Sepatu dirancang bersol tebal dan sedikit runcing ke atas di bagian depan mirip bakiak Belanda, dengan strap silang lebar yang sepintas mirip sepatu para balerina. Dipadu gaun-gaun brokat, sutra dan jacquard terciptalah paduan Timur dan Barat yang cantik. Brokat bertabur kristal, jacquard sulaman dan sutera penuh permata mengekspresikan glamorama pada koleksi perancang yang dijuluki “Soultan of Glamour” ini.

Warna rancangan bermain dalam palet ocre, nuansa pastel sampai hitam. Di sana-sini muncul warna hijau yang merupakan ungkapan kecintaannya pada batu giok (jade). Interpretasi cheongsam dalam beragam gaya ini memberi banyak alternatif bagi para pecinta mode yang ingin menampilkan dirinya dalam gaya bernuansa Oriental.(dwi34)

Incoming search terms:

  • kebaya kanaya tabitha (52)
  • kebaya sebastian gunawan (31)
  • kebaya rok lebar (27)
  • siluet kebaya encim (21)
  • kebaya dengan rok lebar (14)
  • kombinasi gaun dan kebaya (13)
  • TERUSAN MODIFIKASI BROKAT (10)
  • kebaya lia ananta (10)
  • kebaya dengan model belakang di kasih pita (10)
  • cina cheongsam kreasi (5)

Posted by asep on May 30, 2012 in Artikel with No Comments


Farah Angsana, perempuan kelahiran Medan ini telah menganggap fashion bagian dari hidupnya sejak awal. Mulanya ia mendesain untuk baju Ibu dan saudara perempuannya, jauh sebelum ia mengenal ilmu sketsa dan draping. Ia mengerjakan seluruh rancangannya dengan begitu personal, membawa visinya dalam sebuah gaun, membuat sketsa dan memilih bahan.

Ia akan melihat secara detail bagaimana tampilan hasil karyanya, bagaimana kenyamanan saat dikenakan, bagaimana busana koleksinya dapat dengan sempurna membungkus tubuh klien – kliennya. Hal ini telah sejak awal menjadi basic dari setiap rancangannya dan menobatkan ia menjadi sebuah masa depan dari sebuah haute couture.

Memulai pendidikan formalnya di sebuah The Central School of fashion di London, Farah banyak belajar soal Fashion Design and Haute Couture technique di sini. Kini Farah telah menjadi desainer Indonesia pertama yang menampilkan karya – karyanya di Paris. Meski ia pernah mendesain koleksi sportwear dan menswear, Farah akhirnya menemukan cintanya kembali pada evening wear dan desain haute couture untuk busana wanita.

Ia telah berhasil memamerkan 28 koleksinya di Ritz, Paris selama Paris Fashion Week berlangsung, dan membuatnya banyak dikenal oleh international fashion buyers. Berlangsung di Penthouse Hotel Grand Hyatt Jakarta, tanggal 14 April lalu, Farah Angsana memamerkan koleksi – koleksi terbaiknya dalam 28 baju nan cantik yang terbagi dalam 4 sekuel.

Sekuel pertama dengan tema Resort Collection yang terinspirasi oleh “The Mughal Empire – Jodha Akhbar”. Hadir dengan tube mini beraksen anyaman yang memadukan warna hijau dengan olive, sementara ball gown hitam dipadu ungu tua dengan pita biru memberi aksen garis warna yang tegas dan atraktif. Aksen ruffle pada salah satu gaun juga hiasan penuh manik yang dihadirkan pada mini dress menyempurnakan tampilan ekstravagansa.

Sekuel kedua menampilkan Spring/Summer Collection, menghadirkan kekayaan dan multi culture Indonesia, persembahan Farah bagi tanah kelahirannya. Di sini Farah mentransformasi kebaya menjadi modern cocktail dress yang diberi nama “The Kebaya Dress”, yang diterima dengan baik oleh press internasional juga buyers. Sementara sekuen ketiga yang menampilkan sedikit preview dari koleksi Pre-fall collection, terinspirasi oleh gaya modern elegance.

Dalam koleksi ini, Farah memberikan sentuhan seksi dan elegan dalam koleksinya melalui mini dress ketat penuh manik pada sisi kanan dan kiri busana dengan potongan lengan yang dibuat tidak simetris. Bolero manik yang mewah dan elegan dipadu dress dengan potongan H berwarna biru pekat juga berhasil menghadirkan aura seksi dan elegan ala Farah Angsana.

Koleksi terakhir yang baru saja ditampilkan di New York Fashion Week untuk Fall Winter 2011 -2012 dipamerkan Farah Angsana di sekuel keempat atau sekuel terakhir dari peragaan busananya. Inspirasi koleksi ini diambil dari karya photographer Helmut Newston, yaitu cerita tentang seorang wanita yang seduktif dan profokatif yang tinggal di New York pada era 70an.

Acara trunk show yang merupakan perayaan ulang tahun Farah Angsana ke-40 ini dikemas dalam private party dengan mengundang para sahabat, dan beberapa artis yang terlihat apik dengan balutan koleksi Farah. Di antaranya adalah Cathy Sharon dan Julie Estelle yng tampil begitu anggun dalam balutan koleksi Farah.

Cathy tampil dengan mini dress putih berpotongan loose, lengan yang merumbai lebar, sementara Julie hadir dengan mini dress hitam berbahan lace halus dengan hiasan manik. Hadir juga Manohara dengan gaun panjang seksi dan elegan.(dw33)

Incoming search terms:

  • penjahit kebaya di medan (69)
  • model kebaya kanaya tabitha (53)
  • jahit kebaya di medan (46)
  • mini dress kebaya (39)
  • farah angsana (33)
  • kanaya tabitha kebaya (19)
  • kanaya tabita kebaya (14)
  • paduan tenun ikat & kebaya untuk wisuda (10)
  • paduan kebaya songket (7)
  • kebaya kanaya tabita (4)

Posted by asep on May 30, 2012 in Artikel with No Comments


Sebagai salah satu program Djarum Apresiasi Budaya bersama Galery Batik Kudus mempersembahkan beragam kreasi balutan Batik Kudus melalui sentuhan dua designer muda, Soko Wiyanto dan Yogie Pratama.

Paduan karya-karya busana yang dikemas dalam misi mengangkat sisi tradisi dalam kemasan busana modern melalui pameran dan peragaan busana, dalam acara ‘BCA Expo 2012, 55th Anniversary’ di Atrium East Mall Grand Indonesia.

Soko Wiyanto mengangkat tema ‘Easthetique’ yang menampilkan desain- desain yang menawan seperti pakaian cocktail dress oriental yang dipadukan dengan bahan dan design motif Batik Kudus yang khas bernuansa fauna (kupu-kupu dan burung merak).

Sedangkan Yogie Pratama akan mengusung tema ‘The Glorious Era’ yang menceritakan masa kejayaan heritage Indonesia yang sekarang sudah lebih bisa di terima oleh masyarakat Indonesia dengan menampilkan evening dress dengan paduan motif fauna (kupu-kupu dan burung) dari Batik Kudus yang yang bernuansa modern, perpaduan antara keindahan Batik Kudus dan menggabungkannya dengan bahan lace yang menonjolkan kesan feminin, seksi, dan classy dengan warna dominan hitam, dan coklat tua.

Koleksi Yogie hadir pada 5 koleksi pertama, menghadirkan koleksi busana yang begitu elegan dengan dominasi warna–warna kuat Batik yaitu coklat dan dipadu warna lace Inggris berwarna hitam.

“Mengapa saya mengambil batik warna coklat dengan kombinasi warna hitam, karena saya ingin mengangkat kesan batiknya itu masih terjaga. Mau semodern apapun bajunya kalo batiknya tidak dikasih liat yang asli itu menurut saya masih kurang manteb,” ungkap Yogie ditemui tim Vemale seusai Show.

Yogie juga menjelaskan kebanyakan motif batik yang diambil mengandung unsur motif burung, seperti merak dan ada juga kupu–kupu, yang merupakan ciri khas dari batik kudus itu sendiri.

“Keindahan dari Batik kudus itu, motifnya memiliki detail yang penuh, sedikit complicated menurut saya,” jelas Yogie saat ditanya apa yang istimewa dari jenis Batik Kudus ini. Ketika ditanya mengapa ia memilih warna coklat dalam dominasi warna koleksinya kali ini, ia menjelaskan bahwa untuk warna aslinya lilin batik itu sendiri memiliki warna dasar coklat dan jika target umur anak muda dirasa kurang menyukai warna jenis ini, dapat diakali dengan bermain pada desain model yang bisa menunjang si anak muda itu tidak kelihatan tampak lebih tua.

5 koleksi berikutnya hadir dalam warna yang lebih beragam dan padu padan material bahan yang mewah. Mulai dari biru, coklat, aroma nuansa Cina hadir dalam warna merah, mewakili inspirasi Soko yang diambil dari film drama Cina “Remember of Past Dream”.

Yang hadir dalam kebaya berwarna merah dengan aplikasi roknya berhias ruffle yang mewah, melapisi kain batik kudus yang cantik. Desainer Jebolan Lasalle College ini memadu material Tule, satung dan French Lace, dalam koleksinya kali ini. Gaya elegan dan glamour Soko telah banyak memikat para kaum selebriti, sebut saja sang Diva Krisdayanti dan Yuanita, yang telah mengenakan koleksi – koleksinya.

Untuk tahun ini, rencananya Putri Indonesia pun akan mengenakan koleksi kebayanya. Bincang kami terus berlanjut dengan Miranti Serad Ginanjar, mewakili Galery Batik Kudus beliau mengemukakan Pertumbuhan batik di Indonesia menurutnya sangat baik meski begitu tidak dibarengi oleh kaderisasi. Djarum mencoba menampung talent–talent baru dalam membatik di kota Kudus.

“Kami mencoba melakukan Pembudayaan pemberdayaan, yaitu membudayakan untuk memperdayakan kader kader sehingga mereka menjadi usahawan usahawan kecil yang bisa berhasil dalam usaha batik kudus ini,” Jelas Miranti. Dalam wawancara kami, Miranti juga menjelaskan sejarah perkembangan Batik Kudus yang memang dikenal sebagai kota wisata spiritual.

Kudus juga Demak tepatnya memiliki pengaruh tiga Sunan ternama; Sunan Kudus, Sunan Kalijaga, Sunan Muria, hingga ada beberapa desain Batik Kudus yang banyak pengaruh dari ajaran Sunan Muria dan Sunan Kudus, Miranti bahkan mengungkapkan bahwa ia menemukan Batik original kudus ini yang masih tersimpan rapi di Belanda.

Sejarah Batik Kudus memang tidak bisa lepas dari namanya tradisi, semangat para pembuat batik Kudus juga diyakini karena menurut mereka membatik adalah bagian dari syiar budaya para wali, itu sebabnya minat dari pengrajin kudus itu tinggi. Pada perayaan ritual Muharam dan ritual Syawal banyak ditumpahkan pada kain–kain batik tersebut yang tentunya berpengaruh pada detail motif–motif Batik Kudus yang rumit.(dwi32)

Incoming search terms:

  • gaun batik modifikasi (47)
  • kebaya estrelita (30)
  • batik modern anak muda (23)
  • gaun malam batik (23)
  • paduan brokat dan batik (18)
  • model baju batik karya ramli (17)
  • batik karya ramli (16)
  • baju muslim karya desainer (14)
  • gaun modifikasi batik (11)
  • batik modifikasi modern (4)

Posted by asep on May 29, 2012 in Artikel with No Comments


Menurutnya, tema ini dinilai lantaran tak sedikit yang dapat digali dari kebudayaan-kebudayaan tanah air sehingga mendatangkan inspirasi baginya guna menciptakan ide kebaya yang monumental, glamour dan sebagainya.

“Karena yang saya buat adalah kebaya universal maka kebaya-kebaya itu tidak terlalu pakem, dan bisa dimodifikasi sedemikian rupa menjadi desain yang diterima oleh masyarakat suatu hari nanti,” ujarnya.

Maka tak heran jika pada gelarannya, dia menampilkan kebaya-kebaya yang banyak diberikan tambahan-tambahan seperti ukir-ukiran yang dibuat secara hand painting.

“Jadi jika tambahan-tambahan tadi saya lepas satu persatu akan kembali menjadi kebaya yang pakem. Tapi yang full modif ada,” sambungnya. Dari belasan kebaya yang dipertontonkan tampak sangat jelas bahan yang digunakan Ayok, semisal chifon, satin, tulle, dan paris.

Pun dengan ornamen-ornamen atau payet yang ditambahkan, bahkan di satu karya sangat jelas hand painting seorang putri yang sedang menari di kain bagian belakang yang diperagakan model.

Disinggung bagaimana menjaga pakem-pakem agar karyanya tetap Indonesia, Ayok mengatakan bahwa pakem kebaya adalah bagaimana mendesain suatu kebaya agar bisa memperlihatkan kebudayaan tersebut.

“Indonesia benar-benar kebaya yang modern. Pakem-pakemnya memang masih tetap saya pegang bahwa kebaya itu melekat membentuk badan. Itu udah dari jaman dulu. Jaman seperti itu, lekat membentuk badan, seperti yang sering digunakan penyanyi Waljinah,” imbuh perancang yang mematok kebaya karyanya paling mahal Rp. 25 juta.(dwi30)

Incoming search terms:

  • ayok dwipancara (47)
  • ayok dwipancara kebaya (31)
  • kebaya devina shanti (25)
  • kebaya wedding ayok dwipancara (14)
  • luire raden sirait (13)
  • model baju barbie casual paris (12)
  • model baju songket modern glamour (7)
  • kebaya pengantin glamour (7)
  • songket palembang kombinasi kebaya (4)
  • desain gaun pesta yuni sarah (3)

Posted by asep on May 29, 2012 in Artikel with No Comments


Beberapa model pria dan wanita terlihat serius berjalan melenggak –lenggok di catwalk. Langkah dan aksi mereka ternyata dinilai oleh beberapa orang yang cukup dikenal di dunia fashion Indonesia. Adalah Pemilihan Model Indonesia yang dipelopori oleh seorang perancang senior Ramli, yang hari itu menjadi juri ditemani oleh sahabatnya Rima Melati dan seorang model bernama Paula Verhoeven.

Dalam 36 tahun Ramli berkarya, perancang yang sedang berjuang dengan kanker ini masih begitu energik di sela–sela kondisi kesehatannya yang masih harus terus menjalani pengobatan. Sebuah persembahan Ramli untuk perayaan Ramadhan dan Lebaran kali ini, dalam koleksi apik kebaya dan abaya, berpadu apik dengan ragam motif selendang nan anggun.

“Koleksi kali ini ini yang menghadirkan kebaya dan abaya dengan pemakaian bahan sutra untuk abaya. Sementara untuk kebaya lebih banyak brokat, namun ada juga chiffon, organdi,” Ucap Ramli ditemui disela – sela acara. Menurutnya, koleksi kali ini banyak menggunakan kombinasi selendang dan batik, dengan permainan warna-warni apik.

Dominasi batik terlihat dalam koleksi kali ini. Batik dari berbagai daerah mulai dari Jawa Tengah, Madura, Betawi. Ada 42 koleksi yang terbagi dalam 3 sesi, yang semua dikemas dalam style yang lebih sopan, dengan beberapa jenis kaftan, dan potongan yang longgar dan panjang. Koleksi selendang jadi padanan yang apik dalam koleksi ini, selendang panjang menjuntai dalam bahan organdi, chiffon, sutra dengan motif yang dirancang Ramli bekerja sama dengan para pengrajin lokal.

“Koleksi ini bisa menjadi koleksi busana muslim, tergantung pemakaiannya. Bisa dipadukan dengan kerudung, yang jelas tampilannya sopan dan tertutup,” jelas Ramli. Menurutnya kebaya bisa jadi busana yang pantas untuk dikenakan dalam acara – acara formal. Dalam show beberapa model senior nampak didaulat untuk memamerkan koleksi – koleksi Ramli, di antaranya Danny Dahlan dan Rima Melati.

Rencananya beberapa bulan ini, Ramli akan menggelar show dalam rangka perayaan 36 tahun karirnya dengan menghadirkan 100 model dalam balutan busana terbaru yang banyak mengangkat gaya etnik Indonesia, dalam batik yang beragam, dengan pengembangan motif etnik Bali, Palapung, Madura hingga Papua. (dwi29)

Incoming search terms:

  • modifikasi batik dan satin (69)
  • model kebaya ramli (64)
  • koleksi kebaya ramli (50)
  • Model kebaya Abaya (22)
  • kebaya modern ramli (21)
  • koleksi ramli (16)
  • model baju batik ramli (16)
  • abaya pengantin (13)
  • kebaya abaya (8)
  • kebaya pengantin ramli (3)

Posted by asep on May 29, 2012 in Artikel with No Comments


Memulai karirnya sebagai pembuat kostum tari, Anne Avantie boleh jadi merupakan salah satu perancang yang begitu diberkahi. Tanpa mengenyam pendidikan fashion apapun, wanita ini mampu berdiri sebagai desainer yang sangat dihargai hasil karyanya.

Anne bergabung dalam sebuah perkumpulan desainer busana pada era 90-an, guna mengasah lebih tajam keterampilan serta kepekaan kreativitasnya. Dan tahun 1998 merupakan turning point karir fenomenalnya, dari sebuah penciptaan kebaya yang salah potong malah membuatnya dikenal lewat kebaya dengan modifikasi yang mengagumkan.

Banyak orang mengagumi, ada juga yang mencibir, namun tidak sedikit juga yang akhirnya meniru karyanya. Hal ini membuat Anne menautkan pilihannya pada kebaya. Dan sejak saat itu, hidupnya pun dipenuhi timbunan kain brokat dan payet. Dalam perjalanan karirnya yang sudah menapaki usia 20 tahun ini, ia merasa perlu untuk kembali berbagi ilmu dan pengalamannya.

Kali ini ia bahkan tidak segan berbagi bagaimana proses mahakaryanya tercipta, dan rahasia ini tertuang dalam buku terbarunya. Buku keduanya ini menandai perayaan dua dasawarsanya. Dalam lembaran bukunya, Anne juga menceritakan bagaimana kebaya menjadi sebuah anugerah yang membuka jalan hidupnya.

“Saya merasa sangat sangat senang dengan anugerah yang Tuhan berikan untuk saya selama ini dan kebaya. Buku ini merupakan cerita catatan hidup, dan orang perlu mengerti bahwa dalam hidup, tidak semua hal terjadi begitu saja, semua perlu proses,” ungkap Anne Avantie dalam press conference peluncuran buku yang diadakan sebelum show tunggalnya di Jakarta Convention Center.

Pada kesempatan yang sama, Anne mengungkapkan bahwa ia telah menghilangkan rasa marahnya terhadap orang–orang yang banyak meniru karyanya. Kini baginya “ekor hanya mampu berada di belakang”, jadi tiba saatnya untuk berkarya dan berbagi. Perayaan 20 tahun berkarya ini ditandai dengan puncak acara yaitu peragaan show tunggal, yang didominasi oleh busana kebaya.

Dua puluh tahun belakangan, bukan hanya kebaya yang jadi karya terindahnya. Anne juga berkarya dalam menciptakan ballgown, gaun malam, atau kostum, meski kini ia sangat identik dengan koleksi kebayanya. Malam itu Anne mengajak ribuan penonton untuk menyaksikan kilas balik karya–karya sebelumnya, menampilkan beberapa koleksi yang pernah dibuatnya dan pernah jaya di masanya.

“Malam ini, di sebuah panggung dengan banyak orang terlibat di dalamnya, akan mengantarkan rangkaian koleksi saya dan tema ”Damai Negeriku”. Saya persembahkan bagi kecintaan saya pada negeri ini,” ujar Anne. Dalam pagelaran spektakuler ini, Anne menampilkan karyanya mulai dari tahun 1989-2010. Ada 100 koleksi, semuanya dikerjakan dalam masa 1,5 tahun, dan setiap sekuensnya memiliki benang merah.

Hadir dalam beragam siluet, ditampilkan oleh orang–orang besar, model, fashion designer, pelaku fashion, penyanyi, pemain film, komedian, dan bintang tempo dulu hingga mereka yang berjaya pada masa sekarang ini. Semuanya tampak bersatu dalam merayakan koleksi–koleksi Anne dalam sebuah lakon musical yang diiringi oleh suara dan dagelan Yati Pesek juga Yudika Idol.

Tak ketinggalan, para pasangan pengantin artis pun tampak begitu anggun ketika mengenakan koleksi Anne. Pesan ramah lingkungan juga dihadirkan dalam pagelaran spektakuler ini, dengan hadirnya ‘Jubah Dewi Sri’, tercipta dari 100% kain perca, yang dijahit satu per satu, sebuah maha karya yang begitu indah.(dwi28)

Incoming search terms:

  • koleksi anne avantie (30)
  • contoh baju brokat anne avantie (10)
  • kebaya ijab qobul rancangan anne avantie (5)
  • koleksi kebaya modern yuni shara (4)
  • model kebaya brokat modern anne avanti (4)
  • contoh kebaya brokat muslim anne avantie (3)
  • foto kebaya anne avantie terbaru (3)
  • bawahan kebaya pengantin modern (3)
  • baju wisuda cinta laura (3)
  • model gaun pesta brokat dari anne avantie (3)

Posted by asep on May 29, 2012 in Artikel with No Comments


Show pamungkas ini menampilkan karya Ferry Sunarto, Musa Widyatmojo dan Anne Avantie yang memamerkan karya terbaiknya melalui inspirasi etnik yang elektik dalam pagelaran BNI presents Ethnic Eclectism yang digelar tanggal 26 Februari 2012 di Plenary Hall Jakarta Convention Center.

Dalam 18 rancangan bertema ‘The Fascinating Romance’, Kekaguman Ferry pada Bali, diwujudkan dalam koleksi yang menggunakan nuansa kain melayang ringan berpadu dengan keindahan motif brokat dan padanan kain songket Bali yang istimewa. Taburan mutiara dan kristal dalam warna-warni lembut menciptakan tampilan sophisticated dan glamour, begitu menawan.

Pemakaian kain silk, katun, lace, tulle, organza dan jacquard mengemas kebaya sedemikian cantik dengan look yang modern tanpa melupakan akar tradisional yang sudah ada. Melalui karyanya, Ferry berharap kebaya dapat berkembang lebih hebat lagi sehingga nantinya kebaya dapat dikenal di pentas dunia.

Saat Ferry Sunarto lebih berfokus pada busana made by order, Musa Widyatmojo telah siap memenuhi target pasar lebih luas dengan koleksi ready to wear nya. Melalui labelnya M by Musa, desainer senior ini menghadirkan busana bagi wanita kosmopolitan dengan sentuhan Indonesia. Dalam 30 koleksinya kali ini, M by Musa hadir dengan desain yang modern dan classy dalam bentuk dress, top, celana dan rok diminati oleh pasar.

Pada IFW 2012, label M by Musa ini menghadirkan tema the (ine) Kelimutu yang membawa budaya wanita Kelimutu, kabupaten Ende, menjadi desain yang cocok untuk kehidupan wanita urban. Dengan formula yang tepat, Musa mencampurkan pengaruh budaya, tren global dan kebutuhan konsumen menjadi deretan busana yang menawan dan berdaya pakai.

Maestro kebaya Anne Avantie menutup fashion show di Plenary Hall, pada kesempatan ini juga seluruh pengunjung IFW 2012 ini dibebaskan untuk masuk dan melihat fashion show karya Maestro batik kontemporer ini. Dengan tema Indonesia Sehati, Anne menyuguhkan pagelaran epic hasil kolaborasi dengan Guruh Soekarno Putra dan Garin Nugroho.

Suguhan busana karya Anne terinspirasi oleh syair lagu yang diciptakan Guruh Soekarno Putra dan narasi Garin Nugroho. Desainer kelahiran Semarang ini menyajikan karya yang dipadu narasi, gerak, tari dan lagu sekaligus di dalam sebuah kemasan. Di fashion show ini, Anda akan disuguhkan kekayaan karya seorang Anne Avantie; kebaya, busana ready to wear (lawasan) hingga karya batik ber-Prada dengan emas coletan.

Passion, dedikasi dan keuletan ibu tiga anak ini dalam mengembangkan kebaya membuatnya patut mendapat apresiasi yang tinggi. Tanpa background dan keahlian menggambar sebagai salah satu seorang desainer, Anne membuktikan bahwa di dunia ini tiada kata TIDAK jika kita melakukannya dengan sepenuh hati dan bekerja keras untuk mewujudkannya.

“Menutup Acara hebat ini, saya akan memberikan persembahan melalui ‘Indonesia Sehati’, di show ini terkandung makna persatuan, di mana persatuan itu penting sekali untuk kita dapat menuju tujuan kita, menyatukan seluruh kekuatan yang kita punya untuk membuat Indonesa lebih maju kedepannya,” ucap Anne Avantie pada konferensi pers, sebelum memulai show.

Anne juga menjelaskan dalam shownya kali ini, ada inovasi baru yang ia kembangkan dalam koleksi kebayanya, yaitu penggunaan Batik Lawas dan kain sarung. Dalam koleksi karyanya kebaya pakem dengan bahan stagen digunakan sebagai bagian dari material kebayanya.

Kebaya merupakan bagian dari sebuah sejarah perjalanan bangsa ini, budaya kebaya yang telah menjadi ciri khas wanita Indonesia, digambarkan dalam sosok seorang ibu negara, Ibu Fatmawati yang begitu anggun dengan penampilan kebayanya yang sedang menjahit bendera Merah Putih yang di peragakan oleh para model, membuka show ini.

Seperti pagelaran show Anne Avantie lainnya, fashion show selalu hadir penuh kemeriahan dan decak kagum gempita tepuk tangan yang meriah. Beberapa selebriti hadir sebagai model, mulai dari para pasangan artis, mulai dari Atiqah Hasiholan dan Rio Dewanto, Teuku Zacky dan pasangan, juga Okan dan Pasangan. Sementara pasangan ibu dan anak tampil anggun dengan kebaya berwarna merah adalah Marcella Zalianty bersama ibu dan adiknya juga Marini bersama sang anak Shelomita.

Persembahan lagu dari B Three, Yuni Shara dan Krisdayanti juga Harvey Malaiholo dan Deni Malik juga menjadi hiburan tersendiri bagi para penonton yang tak habis dengan rasa kagum akan keelokan kebaya dari sang Maestro Kebaya Kontemporer, Anne Avantie. Show ini juga didukung oleh penampilan model–model senior yang melenggok anggun dengan kebaya.(dwi27)

Incoming search terms:

  • brokat prada (154)
  • KEBAYA BROKAT PRADA (101)
  • kebaya pengantin putih anne avantie (68)
  • jakarta fashion week 2012 (51)
  • dress kebaya anne avantie (32)
  • model kebaya brokat prada (30)
  • kebaya tradisional bali (28)
  • kebaya modern simple 2012 (24)
  • dress batik anne avantie (24)
  • model baju renda kebaya (20)

Posted by asep on May 29, 2012 in Artikel with No Comments


Dari shownya pada bulan Maret lalu yang menghadirkan koleksi kebaya dengan tema Gelombang Cinta dengan inspirasi mengambil keindahan metamorfosa kupu – kupu sebagai trend kebaya tahun 2012 ini, Riny Suwardi tak habis-habisnya menggali ide. Kali ini boneka asal negeri Barat, Barbie, menjadi inspirasi warna – warna kebaya koleksinya.

Dalam partisipasinya di Jakarta Fashion Food Festival 2012 ini, yang berlangsung di Mall Kelapa Gading 3, tepatnya 23 mei 2012 pada panggung Indonesia Creative Designers, Riny Suwardy, lulusan Bunka School of Fashion pada tahun 1992 ini, menghadirkan rancangan kebaya terbaru yang menampilkan warna-warna cerah yang kuat namun tetap menonjolkan sisi kefemininan sebuah kebaya.

Dalam tema The Bright Color of Barbie Girl, warna-warna merah, pink fanta, oranye, hijau, biru dan lainnya, menjadi pilihan Riny dalam menampilkan kebaya yang simple dan chic. Terinpirasi ‘kecentilan’ boneka Barbie yang fashionable, Riny pun mendesain kebaya-kebaya ini dengan desain/model yang girly, cantik, modis, simple, dengan beragam aksen seperti bunga-bunga, frill, payet dan lainnya yang dipadupadankan dengan rok balon, rok span dan banyak lagi.

Keindahan serta kemilau yang terpancar dalam selembar busana kebaya ini, memang selalu membuat mata ‘tersihir’ untuk mengagumi.  Perpaduan potongan, jenis bahan serta aplikasi yang menempel dalam kebaya tampil apik dan unik. Koleksi kebaya Riny Suwardy kali ini memang diperuntukkan bagi para wanita yang selalu memerhatikan penampilan pada setiap acara yang akan didatangi.  Baik untuk acara-acara arisan, acara formil di kantor, undangan pernikahan dan lainnya.

Koleksi ini memungkinkan para wanita pencinta kebaya tetap bisa eksis dengan kebaya sambil tetap terlihat fashionable, elegence, optimis dan menarik dalam setiap acara yang mereka hadiri. Riny Suwardy yang memiliki darah Padang dan Palembang ini menuangkan kreasinya dalam koleksi – koleksi yang dituangkannya melalui ‘Rumah Mode Riny Suwardy’.

Melalui sentuhan tangan sosok wanita energik inilah, balutan busana kebaya hasil rancangannya hadir sebagai karya seni yang menakjubkan. Ia memberikan ”nyawa” pada kebaya dengan sentuhan-sentuhan berunsur seni yang sophisticate namun tetap indah.(dwi26)

Incoming search terms:

  • kebaya modern 2012 simple (407)
  • perpaduan batik dan kebaya (18)
  • rini suwardi (15)
  • kebaya biru anne avantie (7)
  • model rok span kebaya (2)
  • kebaya rancangan riny suwardy (2)
  • batik rancangan anne avantie (2)
  • opini dari lulusan bunka school of fashion jakarta (1)
  • rini suwardi penjahit kebaya (1)
  • model perpaduan kebaya dan batik cewek (1)

Posted by asep on May 23, 2012 in Artikel with No Comments


Lahir sebagai anak kurang mampu tidak membuat seorang Raden Sirait menjadi putus asa, baginya segala kekurangan dan cobaan merupakan bagian hidup yang harus dilalui, bukan sebagai rintangan namun sebagai pemicu untuk menjadi lebih baik.

Pria lulusan ITB ini memang tidak punya keahlian khusus sebagai syarat seorang desainer pada umumnya, tidak bisa membuat pola tidak juga menjahit, meski begitu, talenta yang dimiliki tidak cukup mampu terbendung, dan kini iapun menjadi desainer ternama. Lewat wujud cintanya pada kebaya Indonesia, pagelaran akbar Kamis malam lalu, 31 Maret 2011 terlaksana, Raden Sirait mempersembahkan Pagelaran ‘Kebaya for The World’ dengan konsep pertunjukan budaya teatrikal berdurasi 2,5 jam di Teater Jakarta Taman Ismail Marzuki.

Dalam balutan 155 desain kebaya hasil rancangan Raden selama lima tahun, di mana sebanyak 70 buah merupakan karya yang sama sekali baru dipublikasikan, 150 orang model nampak begitu anggun dan cantik mengenakan kebaya kreasinya, termasuk di antaranya 5 ikon kebayanya, Imelda Fransisca, Maudy Koesnadi, Nadine Chandrawinata, Ardina Rasti, dan Asty Ananta.

32 artis pendukung dari beragam latar belakang seni, mengisahkan cerita perjalanan cinta dengan benang merah kebaya, sepanjang 15 sekuen. ”Kebaya Raden glamour, out of the box dan crazy fun,” begitu Imelda Fransisca sebagai salah satu Ikon Kebaya Raden Sirait, lain lagi Ardina Rasti yang menggambarkan kebaya Raden sebagai sebuah bentuk kreasi tanpa batas, yang bebas lepas, imajinatif dan kreatif.

Bagi Asty Ananta Karya Raden merupakan karya yang cantik, menarik, anggun, mewah dan kuat dan selalu terbuka pada berbagai inspirasi dari alam semesta. Dibuka dengan narasi apik yang dibawakan oleh Maudy Koesnadi yang menuturkan kilas balik perjalanan hidup Raden kecil hingga sekarang.

Seiring lagu Angels sesuai dengan tema yang menjadi pembuka pagelaran ini, suara indah Dea Mirela menemani Nadine Chandrawinata yang melayang bak bidadari dari atas langit dengan kebaya ungu menyusul para angel, yang merupakan para selebritas (Shireen Sungkar, Dinda Kanya Dewi, Donita, Nuri Maulida) menari dengan gemulai mengelilingi Nadine.

Sekuen kedua diiringi paduan dawai biola Maylaf dan petikan harpa Maya Hasan yang begitu apik dengan kebaya merah. Dalam tema ‘The Pageant’, sekuen ini menghadirkan para model yang merupakan finalis Puteri Indonesia mengenakan kebaya apik berbalut jubah panjang dengan bentuk kerah meninggi ke atas. Lengan–lengan yang menggelembung memberi volume yang anggun, warna ungu, hitam, silver, dengan manik, bordir, lipit dan kerut begitu indah membalut tubuh sang puteri.

Asti Ananta memukau dalam sekuen ‘Masculine’, dalam sensasi tari dan nyanyi, di pagelaran ini ia secara khusus menyanyikan lagu yang ia ciptakan sendiri. Dalam gayanya yang centil, ia begitu menikmati berakting dan menari dalam bustier berwarna putih dengan manik silver penuh pada bagian dada dipadu celana pendek berbahan lace.

Suara Ayu laksmi memberikan nuansa teatrikal yang kuat dalam sekuen ‘The Perfect White’ ini, warna putih begitu bersahaja. Dalam tema Matrimoni, beberapa pasangan selebritis mengenakan rancangan raden, membungkus cinta dalam kreasi indah busana para pasangan selebritis ini. Beberapa sekuen lainnya bergulir, mulai dari ‘The Bride’, ‘The Polarity of Life’, ‘The Soulmate’, dalam ‘Nusantara Reincarnation’, raden memberi sentuhan kuat kebaya dengan ciri khas masing–masing daerah, mulai dari Papua, Makassar, Kalimantan, Sumbawa, Bali, Sunda, Padang, Jawa hingga Betawi.

Sekuen berikutnya dipersembahkan Raden bagi kampung asalnya, tanah Batak, dalam ‘Tribute to Batak’, ciri khas busana beberapa daerah Batak diangkat Raden dalam koleksinya kali ini, busana–busana dalam warna dan kain Ulos begitu memanjakan mata. Pada sekuen ‘Red Carpet’ para selebritis, beraksi dalam balutan busana mewah kreasi Raden, Julia Perez mengundang perhatian publik dengan gaya seksinya, busana kebaya membalut tubuhnya yang kecil dan memberikan sedikit sentuhan seksi dengan bahan transparan di bagian dadanya yang indah.

Sekuen berlanjut pada tema ‘Lady Marmalade’, diteruskan dengan tema yang merupakan gong nya serta benang merah pagelaran ini, ‘Kebaya for the World’ menghadirkan koleksi Kebaya yang memadukan unsur busana negara–negara di dunia, dimulai dengan Jepang, India serta Argentina.

Pada sekuen ‘Life is Beautiful’, dalam alunan ‘Indonesia Pusaka’ yang dinyanyikan Berlian Hutahuruk yang begitu anggun dengan busana kebaya hitam, dengan bawahan rok lipit mengembang, Nadine Chandrawinata muncul mempesona 1050 tamu yang memenuhi Teater Jakarta. Layaknya dewi laut, dengan Bustier biru penuh manik berkilau, sementara bagian bawah dibuat dengan tekstur gelombang yang besar.

Tubuh kecil Nadine bergulung dengan liuk busananya yang bagian bawahnya memberikan kesan ekstravagansa. Pernik aksesoris mewah ala para puteri Palembang dengan kuku emas yang panjang menjulang keemasan, mahkota nan megah lengkap dengan gelang–gelang besar. Dalam sekuen ini Raden juga melaunching buku nya yang berjudul ‘Journey of Love’, ibu Aurora Tambunan, selaku Kepala Dinas Pariwisata DKI Jakarta meresmikan dilaunchingnya buku ini.

Acara pagelaran ditutup dengan ‘Masquerade Couture’, dengan menampilkan seluruh pendukung, mulai dari 150 model dengan 32 para artis pendukung, dan performers. Event Fashion dengan konsep teatrikal pertama ini berlangsung dengan sukses, senyum puas dan standing applouse para tamu menjadi penutup yang indah. Pagelaran ‘Kebaya For The World’ ini merupakan Perayaan 15 Tahun berkarya Raden Sirait, yang selama 5 tahun terakhir berkutat memfokuskan diri pada pengembangan desain kebaya.

“‘Kebaya for The World’ yang dipersembahkan malam ini merupakan salah satu upaya saya memperkenalkan dan mempopulerkan kebaya ke pasar internasional, Saya berharap semoga pagelaran ini dapat mencuri perhatian masyarakat luas dan gaungnya terdengar hingga ke panggung dunia”, ucap Raden Sirait. Kita dukung Anak kampung Porsea ini terus maju dan mengharumkan dunia dengan koleksi Kebaya Indahnya.(dwi25)

Incoming search terms:

  • kebaya akad nikah broken white (99)
  • penjahit kebaya murah (78)
  • raden sirait (74)
  • raden sirait kebaya (38)
  • model bawahan songket (18)
  • KEBAYA MODERN DONITA (18)
  • penjahit kebaya pengantin batak (17)
  • kebaya modern raden sirait (15)
  • brukat anne avantie (11)
  • jait kebaya raden sirait dimana? (3)

Jahit Kebaya dan Dress Pesta :

  • Jahit Kebaya

  • You might also likeclose