081282229249 | www.jahitkebaya.net

Jahit Kebaya .Net (Tlp : 081282229249)

Posted by asep on April 25, 2012 in Artikel with No Comments


Kebaya adalah sebagai busana nasional memang seringkali digunakan oleh masyrakat dalam berbagai situasi, baik itu formal maupun non formal. Pengantin mana yang tidak ingin memberikan kesan baik di hari pernikahanya, salahsatunya yaa mempersiapkan secara sempurna kebaya yang akan dikenakan di hari bahagianya.

Sebenarnya, kebaya mampu membuat tubuh wanita dengan bentuk tubuh apapun terlihat lebih langsing, elegan, dan sexy. Dalam suatu acara pernikahan anda harus mengetahui peranan anda, Apakah sebagai orangtua mempelai pengantin, teman dekat, sebagai keluarga dalam, atau hanya sebagai undangan biasa? Dengan demikian, Anda akan lebih mudah menentukan warna kebaya yang akan dikenakan.

Bagi seorang pengantin, tentu anda bebas dan sah-sah saja mengenakan warna kebaya pengantin yang diinginkan. Namun bagi Anda para tamu undangan, baik itu sebagai teman sang pengantin atau saudaranya, anda harus mengetahui bahwa ada beberapa peraturan warna kebaya saat menghadari pesta pernikahan.

Jika Anda adalah salah satu kerabat pengantin, misalnya saudara kandung pengantin atau ipar, diperbolehkan memilih warna yang lebih kuat untuk menambah kesan mewah. Warna kuat ini juga ditujukan untuk mencuri perhatian. Bila Anda tidak menyukai warna kuat ini bisa juga mengenakan kebaya dengan warna lebih lembut dan kalem ditambah padanan payet atau kristal yang berkilau.

Bagi orangtua pengantin yang merupakan penyelenggara acara, di anjurkan untuk memilih warna dan paduan yang lebih glamor. Warna ini akan membedakan antara si empunya hajat dengan para tamu. Akan tetapi jangan lupa untuk menyesuaikan dengan tempat serta waktu diadakannya pesta pernikahan.

Biasanya warna yang umum dikenakan orangtua pengantin ialah warna emas, merah, ungu tua, hijau keemasan, dan maroon. Seandainya Anda hadir sebagai tamu undangan, sebaiknya mengenakan gaun atau padanan kebaya yang tidak mencolok mata atau berwarna kuat.

Pilihlah warna-warna netral seperti cokelat, putih, hitam, dan perak. Selain itu bisa juga memadukan warna-warna pastel dengan dengan sedikit warna dominan, misalnya putih dengan pink. Dengan mengenakan warna lembut ini diharapkan tidak menutupi pesona kebaya sang pengantin yang memang seharusnya menjadi pusat perhatian di setiap pernikahan.

Ada baiknya jika orangtua atau kerabat dari mempelai pengantin mengenakan warna kebaya yang masih dalam satu kesatuan gradasi warna kebaya pengantin sang mempelai atau tema dekorasi yang menjadi warna dominan. Pemilihan warna kebaya yang sama ini akan berpengaruh saat pengambilan foto keluarga. Semoga bermanfaat. (dwi40)

Incoming search terms:

  • kreasi jilbab untuk kebaya (49)
  • warna kebaya yang bagus (40)
  • model kebaya orangtua pengantin (39)
  • model kebaya minimalis (27)
  • warna baju pengantin yang bagus (21)
  • model kebaya orangtua (19)
  • kebaya pengantin yohanes (15)
  • warna baju kebaya yang bagus (7)
  • jahit kebaya pengantin di semarang (5)
  • penjahit kebaya yang bagus di semarang (5)

Posted by asep on April 25, 2012 in Artikel with No Comments


Banyak aneka ragam budaya Nusantara dan internasional menjadi inspirasi sekaligus sebuah kesatuan indah yang tersaji dalam balutan sebuah kebaya. Keindahan kebaya memang selalu menarik untuk dieksplorasi lebih dalam.

Ada banyak sisi yang bisa diolah untuk menampilkan keindahan busana adiluhung tersebut, tak terkecuali budaya internasional. Berlatar belakang kondisi tersebut diusung Raden Sirait dalam pergelaran tunggal “Kebaya For The World: Journey of Love, Lima Tahun Cinta Raden Sirait untuk Kebaya”.

Dalam perhelatan bertema teatrikal tersebut, pria asal Porsea itu menyajikan balutan indah kebaya yang mengakulturasi budaya lokal dan luar sebagai inspirasi. Sebanyak 155 lebih kebaya yang dipamerkan sengaja dibuat mewakili budaya masing-masing. Sebuah sekuel dari 15 sekuel yang dibawakan pada hajatan akbar malam itu mengetengahkan busana khas Nusantara.

Kebaya ala Papua yang identik dengan rumbai-rumbai, kebaya Makassar dengan gaya sasaknya, kebaya ala Sunda yang khas dengan kerah dan belahan runcing di bagian bawah, serta kebaya Jawa, Kalimantan, Sumbawa,  Jakarta, Bali, dan Batak tersaji indah dalam pergelaran berdurasi lebih dari 2,5 jam.

Selain mengedepankan unsur lokal, Raden juga mengadaptasi budaya luar dalam busana kebaya yang dipamerkannya. Penyuka traveling ini seperti menuangkan kecintaannya menyusuri sudut dunia dalam sajian busana. “Sejak dulu saya memang suka traveling keliling dunia.

Dari perjalanan itu, selain mendapatkan inspirasi, saya pun mendapat banyak kain dan aksesori yang unik dari berbagai negara. Semua material cantik tersebut saya kumpulkan dan kemudian saya gunakan dalam desain pada perhelatan ini,” kata Raden yang ditemui dalam konferensi pers di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki.

Dari 155 lebih busana kebaya yang ditawarkan Raden, 70 di antaranya merupakan masterpiece yang belum sempat dipublikasikan sama sekali. Karya-karya Raden yang mengerahkan 150 model, dan 32 artis dalam pergelaran tunggalnya itu juga mengakulturasi budaya luar seperti  Mesir, Inggris, Afrika, Argentina, China, Korea, Vietnam, Thailand, dan India.

“Kebaya buat saya adalah inovasi. Tujuan utama saya memang membawa kebaya ke pentas dunia. Jadi kalau saya terbatas ini dan itu saya justru akan kesulitan membawa ‘Kebaya For The World’ ke luar.

Makanya saya tampilkan modernisasi kebaya yang bisa dipakai dengan legging, boot, stoking, dan hot pants. Dengan cara seperti ini bukan tidak mungkin kebaya bisa masuk dalam pertunjukan sekelas broadway,” tutupnya.(dwi39)

Posted by asep on April 25, 2012 in Artikel with No Comments


Keahlian Yohannes E Yunarko dalam merancang gaun pengantin internasional memang sudah tidak diragukan lagi. Koleksinya tidak hanya memukau banyak orang, tetapi juga berkesan seksi dan glamor. Bagaimana untuk koleksi kebaya dan busana muslim pengantin?

Pastinya juga tidak kalah bagus dengan rancangan gaun pengantin internasional. Hanya saja, karakteristik yang disuguhkan pada koleksi busana muslim ataupun kebaya pengantin tidak sekental pada koleksi gaun pengantin internasional.

“Saya memang terbilang baru di bidang kebaya dan busana muslim. Makanya sampai saat ini saya masih melirik ke kanan dan ke kiri untuk mencari inspirasi rancangan,” kata Yohannes yang ditemui di acara Grand Wedding Expo, Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta.

Pun belum ada kepastian soal garis desain yang ditawarkan pada kedua line barunya itu, Yohannes mengaku secara garis besar rancangannya tidak bisa lepas dari karakter busana yang glamor dan seksi.

“Karakter itu memang sudah lekat dengan jiwa saya sebagai perancang. Makanya jangan heran jika kebaya atau busana muslim pengantin yang saya buat selalu beraplikasi dengan detail mewah dari kristal swarovski, beads, dan masih banyak lagi,” jelasnya.

Pemilik rumah mode Yohannes Bridal ini menambahkan, bahwa selama ini di Indonesia memang sudah banyak desainer yang berkutat di ranah kebaya ataupun busana muslim, tetapi buatnya itu adalah tantangan untuk bisa berkembang untuk lebih baik lagi.

“Umumnya kebaya dikerjakan by order oleh fashion designer. Tapi mengingat saya juga bisa me-make-up pengantin, makanya para calon pengantin bisa memesan kebaya plus make-up-nya,” kata Yohannes yang mengaku tidak menyewakan kebaya dan busana muslim, melainkan menjualnya.

Kebaya bagi Yohannes sebenarnya memang bukan baru lagi. Pengalaman membuat kebaya sudah dibuktikannya sejak tahun 2003. Kala itu dia merancang kebaya pengantin untuk puteri dari pasangan Siti Hardiyanti (Mbak Tutut) dan Indra Rukmana, Danti Indriastuti.

“Jujur, saya waktu itu saya berbohong kepada Mbak Tutut. Saya bilang sudah sering membuat kebaya, padahal waktu itu saya belum pernah melakukannya,” kenangnya.

Yohannes cerita bahwa saat acara pernikahan bajunya menjadi perbincangan para tamu undangan. Sehingga momen itulah yang memacu dirinya untuk mengikrarkan diri menerima pesanan kebaya pengantin.

“Ternyata pengalaman manisnya lebih banyak, ketimbang pahitnya. Saya bisa melebarkan bisnis yang awalnya lebih orientasi ke bridal, tapi saya juga membuat kebaya. Order pun cukup banyak, apalagi beberapa artis juga pernah memakai kebaya buatan saya,” tambahnya.

Belum puas sampai di situ, Yohannes kembali membuat gebrakan. Pada Juli 2007 lalu, Yohannes membuatkan busana muslim pengantin untuk anak dari salah satu pengusaha kaya di Brunai Darussalam.

“Tipe-tipe gaunnya sih mirip kebaya, tetapi saya modifikasi lagi lebih modern,” kata Yohannes yang baru-baru ini juga membuatkan busana muslim pengantin untuk anak dari salah satu pengusaha di Purwakarta, Jawa Barat.

Kendati menggarap banyak peluang, tapi Yohannes tetap berkosentrasi penuh pada bisnis bridal. Baginya, bisnis jasa pernikahan sangat menguntungkan dan tidak ada habisnya.

“Lihat saja di pameran ini. Pengunjung yang datang sampai ribuan, tidak hanya etnis Tionghoa, tetapi juga pribumi. Untuk etnis Tionghoa percaya angka delapan itu angka hoki. Makanya saya berkesimpulan bahwa di tahun 2008 adalah tahunnya orang menikah,” tutup Yohannes yang mengaku puas emndapat transaksi besar di ajang Grand Wedding Expo 2008. (dwi38)

Incoming search terms:

  • sketsa kebaya 2012 (12)
  • rias pengantin yohanes (3)
  • rias pengantin muslim yohanes (2)
  • foto baju pengantin kebaya rancangan desainer anne avantie (2)
  • rias pengantin yohannes (2)
  • baju pengantin yohanes (1)
  • rias pengantin by yohanes terbaru (1)
  • rias pengantin modern di purwakarta (1)
  • sketsa baju kebaya (1)
  • sketsa kebaya pengantin muslimah (1)

Posted by asep on April 25, 2012 in Artikel with No Comments


Hari Kartini identik dengan baju kebaya. Tak heran jika banyak orangtua mendandani putri mereka dengan pakaian tradisional itu. Tak hanya bagi anak-anak, kebaya juga memiliki makna yang sangat besar untuk orang dewasa.

Salah satunya bagi istri pengusaha Chairul Tanjung, Anita Ratnasari Chairul Tanjung. Berasal dari Solo, Jawa Tengah, membuat sosialita berparas ayu ini sudah mencintai kebaya sejak masih gadis. Dan gemar memakainya untuk berbagai acara.

“Kalau saya pribadi orang Solo, jadi meski semua daerah-daerah lain bagus, tapi saya bangga dengan kebaya Jawa. Saya memang senang pakai kebaya, jadi bukan hal yang baru. Dan kebetulan suami juga senang saya pakai kebaya,” katanya saat ditemui di kediamannya, Menteng, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu.

Wanita berusia 37 tahun itu memang gemar memakai kebaya, khususnya pada acara-acara pesta perayaan. Ibu dua anak ini pun senang memakai kebaya dengan pakemnya. “Kalau kebaya, saya lebih suka model klasik atau konvensional,” ucap Anita yang enggan menyebutkan jumlah koleksi kebayanya.

Agar pesonanya sebagai wanita Indonesia kian memancar, Anita juga kerap memadupandan kebaya dengan kain-kain jarik dari eyang. “Saya juga senang koleksi kain. Kebanyakan sih kain-kain itu turun-temurun dari eyang,” ungkap wanita ramah ini.

Kendati selalu memadupadankan kebaya dengan kain jarik, Anita juga tidak segan memakai songket atau kain lainnya yang bercorak warna-warni. “Tidak harus kain batik yang diwiru, saya juga suka pakai kain lain untuk mempromosikan daerah lain. Misal atasan pakai kebaya, bawahnya kain Lombok atau Palembang.

Karena saya lihat semua daerah di Indonesia itu bagus-bagus. Jadi, saya tidak terpaku pada Jawa saja,” jelas Anita. Rasa cinta Anita terhadap kebaya membuatnya ikut berpartisipasi dalam fashion show bertema Pesona Untaian Melati Ibu Pertiwi, 24 April mendatang.

“Saya memandangnya positif, ini kan bisa melestarikan budaya. Dengan ini generasi seterusnya bisa berpikir, ‘Ternyata kebaya yang dikenakan ibu Tien bagus. Kan sekarang banyak yang modern, ternyata yang simpel bagus.’ Saya melihat di Jepang mereka pakai kimono hal yang membanggakan bagi bangsa Indonesia, semoga kaum muda juga tahu bahwa berkebaya itu sangat cantik anggun,” tutupnya.(dwi37)

Incoming search terms:

  • istri chairul tanjung (211)
  • anita ratnasari tanjung (144)
  • Chairul Tanjung (125)
  • anita chairul tanjung (84)
  • anita ratnasari (34)
  • chairul tanjung dan istri (33)
  • anak chairul tanjung (30)
  • anita ratnasari chairul tanjung (29)
  • putri chairul tanjung (26)
  • kediaman chairul tanjung (22)

Posted by asep on April 24, 2012 in Artikel with No Comments


Kesan tradisional yang dulu telah melekat kini tampaknya tak lagi disematkan pada busana kebaya. Kini, kebaya jauh lebih berkesan modern dan glamor. Pemakainya pun bukan lagi identik dengan ibu-ibu, kawula muda pun kini gemar mengenakan kebaya dalam acara-acara penting, ataupun di dalam keseharian.

Salah satu aktris cantik yang dikenal doyan banget berkebaya ria adalah Ardina Rasti. Ditemui saat acara Indonesian Movie Awards di Jitec Mangga Dua Square. Ardina Rasti yang dikenal sebagai aktris multitalenta ini berbagi cerita kepada perihal kecintaannya memakai busana kebaya.

“Raden Sirait, yakni desainer favoritku. Aku memang ikonnya dia dari 5 tahun yang lalu. Jadi tiap acara, memang sama dia. Either kebaya atau batik. Aku memang cinta banget dengan kebaya. Kalau sudah ada acara, dia sudah mempersiapkan banyak, ukurannya juga udah ada. Jadi enggak ribet,” kata Rasti.

Dara kelahiran 6 Januari 1986 ini tampil memukau dalam balutan gaun etnik warna hijau pada acara IMA tersebut. “Karena sudah 5 tahun ini jadi ikonnya sang desainer  Raden Sirait, aku mengenal banyak kebaya cantik dan anggun, kain-kain kayak songket dan lain-lain. Jadi, lagi cinta banget yang etnik-etnik,” komentar Rasti soal  busana yang ia kenakan.

Aktris cantik yang bermain sebagai “stripper” dalam film The Sexy City (2010), ini memang memiliki misi agar busana khas Indonesia seperti kebaya atau batik bisa makin digandrungi  khususnya yaitu di Tanah Air Indonesia ini.

“Udah saatnya batik dan kebaya naik satu langkah lagi untuk lebih keren lagi. Sekarang aku bangga banget pakai gaun yang ada sentuhan batik,” ungkap dara keturunan China dan Jawa ini. (dwi36)

Incoming search terms:

  • kebaya dewi sandra (18)
  • rancangan kebaya pengantin ivan gunawan (4)
  • foto wanita berkebaya dari arah belakang (3)
  • model baju batik ivan gunawan (2)
  • ardina rasti keturunan tionghoa (1)
  • perias amy atmanto (1)
  • pakai kebaya (1)
  • koleksi Amy Atmanto (1)
  • kebaya encim modern mangga dua (1)
  • kebaya dipakai mano hara (1)

Posted by asep on April 24, 2012 in Artikel with No Comments


Selain menyukai gaun malam yang berkesan glamor, ternyata penyanyi yang sangat fenomenal yang tergabung bersama Krisdayanti (KD) dan Ruth Sahanaya (Uthe) dalam grup vokal 3 diva Titi Dwijayanti juga demen memakai kebaya.

“Saya memang senang pakai kebaya modern kalau ada acara resmi saja. Tapi untuk padanannya tidak pakai kain, tetapi rok saja,” jelas Titi DJ di Hotel Ritz Carlton, Kuningan, Jakarta, belum lama ini.

Pelantun tembang “Bahasa Kalbu” ini mengatakan, kalau kebaya bisa membuat penampilan wanita lebih menarik dan seksi. Dengan alasan inilah mantan istri Ovy (Riff) ini mau untuk mengenakannya.

“Siluet kebaya itu pas di tubuh, jadi bikin tubuh terlihat ramping dan seksi,” tambahnya. Adapun untuk pemilihan warna busana, Titi menghindari warna yang “colourful” karena kesannya akan kelihatan gemuk pada saat dipakai.

“ Warna hitam paling aman. Kalau warna yang terang, masih pilih-pilih,” tutup penyanyi kelahiran Jakarta, 27 Mei 1966 ini. (dwi35)

Incoming search terms:

  • desain baju kebaya bahan jumputan (10)
  • ana avantie kebaya lengan pendek (3)
  • model kebaya jawa kuno (3)
  • model kebaya mini dress (2)
  • kebaya dress undangan ala manohara sederhana (2)
  • kebaya rancangan ivan gunawan untuk wanita gemuk (2)
  • koleksi gaun kebaya soimah (2)
  • foto baju brokat karya anne avantie (2)
  • model gaun pesta rancangan ivan gunawan (1)
  • model brokat buat anak remaja selutut (1)

Posted by asep on April 24, 2012 in Artikel with No Comments


16 perancang top di Tanah Air unjuk kreativitas merancang busana kebaya dalam acara pembukaan Jakarta Fashion Week 2010/2011 yang lalu. Mereka mengubah kebaya tidak lagi berkesan kuno, tetapi lebih kontemporer dan modern.

Para perancang pilihan ini yaitu Edward Hutabarat, Ari Seputra, Ghea Panggabean, Adjie Notonegoro, Harry Dharsono, Priyo Oktaviano, Raden Sirait, Suzy Lucon, Ramli, Widi Budimulia, dan koleksi Museum Afif Syakur-Yogyakarta. Selain mereka, ada pula beberapa desainer yang ikut berpartisipasi seperti Anne Avantie, Afif Syakur, Ferry Sunarto, Lenny Agustin, Marga Alam, dan Musa Widyatmodjo.

Kali ini mereka diberikan kesempatan menampilkan satu rancangan kebaya yang sesuai dengan judul acara “A Tribute to Kebaya”. “Koleksi saya kali ini tampil berbeda. Saya memamerkan kebaya kasik kutu baru warna putih yang dilengkapi stagen dan selendang dari kain jumputan. Untuk padanannya, saya pilih batik motif klasik,” ucap Anne Avantie usai pergelaran busana di Pacific Place, Jakarta Selatan.

Anne mengaku pilihan desain busananya tersebut memang bukan inisiatif sendiri, melainkan ditentukan oleh panitia JFW. Namun begitu, desainer asal Kota Semarang ini tetap nyaman sekalipun terbiasa merancang kebaya dengan gaya ekstravaganza, potongan asimetris, dan penuh taburan payet. Sementara untuk koleksi Musa Widyatmodjo terlihat lebih modern.

Mantan Ketua Umum Pusat Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) ini menampilkan kebaya peranakan yang ringan dan feminin dengan padanan batik modern. “Kebaya tidak selamanya ditampilkan dalam bentuk klasik saja, tetapi bisa lebih modern dan mengikuti tren masa kini. Karena itu, saya pun selalu menghadirkan sesuatu yang lagi up-to-date dalam dunia fesyen sendiri.

Bentuk-bentuk struktural, misalnya,” kata Musa, dengan penuh rasa semangat. Berbeda dengan koleksi Anne Avantie dan Musa Widyatmodjo, lain lagi dengan desainer yang sedang naik daun Lenny Agustin, ia menghadirkan kebaya yang sangat edgy. Lenny menghadirkan gaya kebaya “nonya” untuk wanita muda masa kini yang dinamis dan enerjik.

“Aku suka bajunya. Modelnya sangat mewakili jiwa anak muda dan berani mengeksplorasi warna. Aku pun tertarik pakai kebaya yang seperti ini,” ujar penyanyi fenomenal Titi DJ. Dalam kesempatan tersebut, para perancang yang berpartisipasi terlihat hadir dan bergabung dengan para pencinta mode, kecuali Adjie Notonegoro yang saat itu sedang tersandung masalah hukum.

“Saya di sini mewakili Mas Adjie. Saya tentu saja terharu karena Mas Adjie masih bisa memamerkan kebaya di ajang JFW. Saya berharap selepas terbebas dari penjara nanti, Mas Adjie masih bisa berkarya lebih baik lagi khususnya di dunia fesyen,” tutup keponakan Adjie Notonegoro, Ivan Gunawan. (dwi34)

Incoming search terms:

  • busana etnik kontemporer tren 2012 (39)
  • penjahit kebaya semarang (31)
  • kebaya rancangan ramli (30)
  • penjahit kebaya jogja (22)
  • model kebaya pengantin modern 2012 ivan gunawan (22)
  • penjahit kebaya pengantin di semarang (20)
  • jahit kebaya di semarang (18)
  • perancang kebaya muda (15)
  • penjahit kebaya bagus di semarang (10)
  • kebaya etnik kontemporer (7)

Posted by asep on April 24, 2012 in Artikel with No Comments


Tanah air Indonesia menyimpan banyak warisan budaya yang tak ternilai harganya. Salah satu hasil budaya tersebut adalah berupa kebaya, yang telah dijadikan sebagai busana nasional. Kebaya hadir di antara manifestasi budaya yang lain, seperti halnya pakaian adat berbagai suku di Indonesia.

Puluhan tahun silam, model kebaya hanyalah terlihat sangat “biasa-biasa saja”, apalagi jika kita melihat dalam sejarah masa lampau, seperti halnya di era Kartini saja kebaya dipakai. Saat itu, “image” kita tentang kebaya hanyalah merupakan baju daerah biasa yang pemakaiannya diselaraskan dengan kain panjang bermotif yang umumnya berasal dari Jawa.

Oleh karena penampilan secara keseluruhan tanpa menggunakan banyak detail yang menarik, akhirnya kita sebagai wanita merasa enggan memakai kebaya. Perasaan ini timbul karena dengan memakai kebaya, maka akan terkesan sangat kuno.

Sebagai bukti sumbangsih & kecintaan, demi melestarikan serta mengembangkan hasil kebudayaan bangsa Indonesia, rumah mode Royal Sulam by Amy Atmanto menyelenggarakan peragaan busana bertema “The Beauty of Indonesian Kebaya Srikandi” di Ritz Carlton Pacific Place Mall, Jakarta, belum lama ini.

Koleksi yang ditampilkan oleh desainer Amy merujuk pada trend 2008. Amy membuat modifikasi yang baik melalui haute couture cutting dan detail pelengkap, macam beads dan kristal swarovski. Alahasil kebayanya menjadi suatu busana yang glamor, anggun, dan berwibawa. Tersirat ada kekuatan magis yang sulit dijabarkan, namun energinya sangat jelas terlihat.

Amy berharap dengan koleksinya tersebut kaum wanita Indonesia bisa lebih mencintai budaya busana berkebaya. Salah satu upaya untuk menggerakkan wanita agar mau memakai kebaya adalah menjadikan presenter dan aktris cantik Mona Ratuliu sebagai ikonnya.

“Saya sudah lama dekat dengan Mona. Kebetulan saya tertarik menjadikannya sebagai ikon untuk koleksi saya kali ini. Semoga dengan bergabungnya Mona ini bisa menarik minat para kaum wanita untuk tetap cinta produk-produk dalam negeri” tutupnya. (dwi33)

Incoming search terms:

  • koleksi kebaya amy atmanto (63)
  • model kebaya nasional (28)
  • kebaya ami atmanto (23)
  • kebaya muslim amy atmanto (23)
  • kebaya karya amy atmanto (22)
  • kebaya pengantin amy atmanto (21)
  • amy atmanto (17)
  • peragaan kebaya (12)
  • amy atmanto kebaya (12)
  • images model kebaya terbaru karya amy atmanto (5)

Posted by asep on April 24, 2012 in Artikel with No Comments


Seorang model cantik dan sosialitas Manohara Odelia Pinot kerap mengenakan gaun cantik kreasi dari berbagai desainer. Untuk kebaya, ia begitu mengagumi hasil rancangan desainer Anne Avantie.

Wanita yang akrab disapa Mano ini mengatakan punya beberapa koleksi gaun kebaya hasil kreasi salah satu master kebaya Indonesia, Anne Avantie. Mano mengagumi garis rancangan Anne yang menurutnya klasik dan tak lekang oleh waktu.

“Salah satu favorit untuk kebaya, dia (Anne-red) terkenal bagus sekali. Saya punya sekitar empat kebaya Bunda Anne, soalnya rancangannya benar-benar spesial, unik, tapi tetap timeless. Jadi mau berapa tahun lagi kita pakai, Insya Allah masih muat untuk dikenakan, itu masih bagus,” tuturnya kepada usai pergelaran HighEnd “The Masterpiece” di Ballroom Ritz Carlton Hotel, Jakarta.

Magic-nya kebaya Anne, badan aku sekarang turun 14 kg, tapi kebayanya tetap bisa ngikutin badan, jadi enggak perlu saya kecilin lagi. Bahannya pun juga bagus,” imbuh wanita 20 tahun ini.

Mano tampil cantik dalam balutan bernuansa etnik; kebaya cokelat penuh detail payet hijau yang dipermanis dengan obi hijau. Mano menyempurnakan tampilannya dengan tas Sabatha Razuardi, desainer asal Bali, serta aksesori berupa anting dan gelang juga dari Bali.

Dengan alasan kebaya yang dipakainya sudah “ramai”, Mano membiarkan rambutnya tergerai dan wajah dengan make up minimalis. “Kebaya ini enggak bisa dibilang simpel, makanya kalau mau pakai dress yang ‘berat’, jangan dibanting dengan aksesori dan make up yang berlebihan.

Tapi memang, saya enggak suka make up dan rambut yang berlebihan, mungkin karena masih muda ya?,” ujar wanita yang ogah mewarnai rambutnya ini. Sementara soal gayanya dalam kehidupan sehari-hari, Mano mengaku tidak mengikuti tren zaman yang sedang berkembang seperti sekarang ini.

Terlebih bila tren tersebut tidak sesuai dengan postur tubuhnya. “Jangan pernah mengikuti tren, belum tentu sesuai dengan kepribadian dan bentuk tubuh kita. Pakai saja yang kita merasa nyaman untuk dipakai. Belum lama ada tren bubble dress,menurutku ini enggak pantas untukku, buat apa diikutin? Just go what you fell comfortable,” tutupnya. (dwi32)

Incoming search terms:

  • model kebaya kartini (186)
  • kebaya kartini klasik (112)
  • kebaya manohara (52)
  • kebaya anne avanti (27)
  • model kebaya rancangan anne avantie (18)
  • koleksi kebaya manohara (11)
  • Berbagai rancangan kebaya soimah (1)
  • foto model kebaya gaun manohara (1)
  • kebaya modern manohara (1)

Posted by asep on April 24, 2012 in Artikel with No Comments


Kebaya seperti juga sejarah, yang mengalir mengikuti arah waktu dan beradaptasi dengan zaman dan memiliki cerita panjang yang bisa ditelusuri hingga abad ke-15 Masehi. Dari sisi sejarah, kebaya merupakan bentukan busana atasan yang pertama kali dikenakan oleh seluruh wanita Indonesia, terutama perempuan Jawa.

Namun, akhir abad ke-19, kebaya juga populer sebagai busana para perempuan Belanda yang membutuhkan pakaian yang cocok dengan iklim tropis Indonesia. Selain itu, kebaya juga pernah populer di kalangan perempuan peranakan China sehingga muncul sebutan kebaya encim.

Seiring berjalannya waktu, kebaya berubah dan sempat tergerus oleh majunya zaman. Apalagi di masa pendudukan Jepang, di saat kreativitas dan produktivitas bangsa ditekan hingga ke level yang paling rendah.

Pendudukan Jepang di Indonesia memutus jalur perdagangan tekstil dan perlengkapan penunjangnya, akhirnya banyak rumah produksi kebaya tutup dan hanya sedikit perusahaan batik yang bisa bertahan.

Namun, akhirnya kebaya kembali bangkit dari keterpurukannya, bersama dengan maraknya batik. Sebut saja Rumah Mode Prajudi ataupun Iwan Tirta yang berjasa besar melestarikan busana nasional tersebut, sehingga kebaya pun terus lestari di tangan para generasi penerus. Kini, satu lagi anak bangsa yang ingin merekam jejak panjang sejarah kebaya dalam sebuah buku.

Andre Frankie, melalui The Art of Kebaya, berusaha mendokumentasikan perjalanan kebaya dalam bentuk uraian, sketsa serta foto, termasuk juga rangkaian foto-foto kebaya modifikasi. Andre juga melakukan desain ekstravagan yang menunjukkan seni sebuah kebaya dengan teknik jahit tangan.

Dalam buku setebal 176 halaman itu, Andre juga mengajak pembaca untuk melihat dari dekat rahasia di balik proses pembuatan sebuah karya berjahitan tangan. Di ranah mode, Andre Frankie bukanlah nama baru dibidang ini. Alumni Lembaga Pengajaran Tata Busana Susan Budihradjo ini mulai bergelut dengan seni merancang kebaya sejak awal tahun 2000 an.

”Saya menyebut kebaya-kebaya ini sebagai kebaya adibusana karena teknik pembuatannya yang sangat unik. Sambungan pada bagian-bagian kebaya tidak terlihat nyata dan keseluruhannya dikerjakan dengan tangan, sehingga satu kebaya bisa menghabiskan waktu satu bulan,” tutup Andre. (dwi31)

Incoming search terms:

  • cara membuat kebaya modifikasi (14)
  • koleksi kebaya andre frankie (2)
  • kebaya rental nilai (2)
  • rahasia menjahit kebaya (2)
  • design baju kurung gaun warna kuning (2)
  • desain lawasan by anne avantie (2)
  • seni membuat kebaya (1)
  • sketsa design kebaya simple (1)
  • model baju gaun batik kebaya indah dewi pertiwi (1)
  • menjahit kebaya denngan tanggan (1)

Jahit Kebaya dan Dress Pesta :

  • Jahit Kebaya

  • You might also likeclose