081282229249 | www.jahitkebaya.net

Jahit Kebaya .Net (Tlp : 081282229249)

Posted by asep on April 25, 2012 in Artikel with No Comments


Seperti halnya juga sejarah, mengalir mengikuti arus waktu, beradaptasi dengan zaman yang semakin maju dan memiliki cerita panjang yang bisa ditelusuri hingga abad ke-15 Masehi saat ini. Dari sisi sejarah, kebaya merupakan bentukan busana atau pakaian bagian atas yang pertama kali dikenakan wanita Indonesia, terutama perempuan Jawa pada zamannya, yang digunakan bersama kain.

Namun pada akhir abad ke-19, kebaya juga populer sebagai busana para perempuan Belanda yang membutuhkan pakaian yang cocok dengan iklim tropis Indonesia. Selain itu, kebaya juga pernah populer di kalangan perempuan peranakan China sehingga muncul sebutan kebaya encim. Seiring berjalannya waktu, kebaya pun menjadi sebuah simbol feminisme, busana khas perempuan yang kini menjadi busana nasional.

Perjalanan panjang kebaya pun ikut memengaruhi bentuk kebaya yang digunakan perempuan Indonesia. Dokumentasi lama dari abad ke-19 milik keluarga keraton (Surakarta, Yogyakarta, Cirebon) di tanah Jawa masih merekam kebaya panjang ini dengan beberapa ornamen kenegaraan yang terpasang di beberapa sisinya.

Gelang dan jam dikenakan di luar lengan kebaya, sementara bros serangkai tersemat di bagian depan membentuk suatu penutup pada kain kebaya yang dikenakannya. Jenis ini akhirnya merambah permainan bahan. Katun kasar dan tenun tradisional tentu saja menjadi cikal bakalnya.

Namun beludru, sutra, dan katun halus kemudian menggantikan bahan-bahan keras sesuai dengan masuknya koloni Eropa ke Indonesia dan membuka jalur perdagangan tekstil antar negara. Pada kurun abad ke-19 dan masa pergerakan di awal abad ke-20 adalah kala gemilang bagi kebaya, yang juga digunakan kaum pendatang Eropa dan China dengan ragam penyesuaiannya.

Misalnya, kebaya bangsawan dan keluarga Keraton terbuat dari sutra, beludru, dan brokat dengan hiasan sulam emas, sementara golongan orang awam mengenakan bahan dari katun dan kain tenun yang kasar. Kaum keturunan Eropa biasanya mengenakan kebaya berbahan katun halus dengan aksen lacedi pinggirnya.

Sedangkan kaum Tionghoa menggunakan kebaya dengan potongan yang lebih pendek dan sederhana, dengan hiasan yang berwarna, lazimnya disebut kebaya encim. Tapi seiring dengan berjalannya waktu, kini kebaya telah melakukan banyak perubahan dan sempat tergerus oleh zaman.

Apalagi di masa pendudukan Jepang, di saat kreativitas dan produktivitas bangsa ditekan hingga ke level yang paling rendah. Pendudukan Jepang di Indonesia memutus jalur perdagangantekstil dan perlengkapan penunjangnya, akhirnya banyak rumah produksi kebaya tutup dan hanya sedikit perusahaan batik yang bisa bertahan.

Sejak masa itu, jejak kebaya sedikit terhapus. Para wanita pejuang kemerdekaan yang masih menggunakan kebaya (kebanyakan jenis kebaya kartini dan kebaya encim), kembali memopulerkannya, kendati harus bersaing dengan busana Barat yang dianggap lebih “memerdekakan” perempuan dari simbolisasi kebaya masa lalu, yang mengungkung perempuan dalam lilitan korset dan kain panjang.

Namun sekali lagi, anak bangsa telah membuktikan kreativitasnya. Kebaya pun kembali bangkit dari keterpurukannya, bersama dengan maraknya batik, kebaya pun terangkat kepopulerannya. Sebut saja Rumah Mode Prajudi ataupun Iwan Tirta yang berjasa besar melestarikan busana warisan milik bangsa Indeonesia tersebut, sehingga kebaya pun terus lestari di tangan para generasi penerus sampai saat sekarang ini. (dwi45)

Incoming search terms:

  • rumah chairul tanjung (53)

Posted by asep on April 25, 2012 in Artikel with No Comments


Walaupun transformasi kebaya dari masa ke masa mengalami pergerakan, elegansi kebaya tak pernah termakan oleh perubahan zaman. Busana adiluhung tersebut senantiasa mendapat tempat tersendiri dalam semua lapisan masyarakat, tak terkecuali generasi muda yang tidak bersentuhan langsung dengan sejarahnya.

Sebagai busana tradisional sekaligus warisan budaya bangsa Indonesia, kebaya memang tak pernah surut memancarkan pesonanya di tengah masyarakat. Meski pergantian zaman kerap menenggelamkan trend yang ada, tapi pamor kebaya tetap tidak goyah.

Keberadaan kebaya yang telah ada sejak ratusan tahun yang lalu memang berhasil menembus zaman dan semua lapisan. Terbukti, walau arus modernisasi dengan deras memengaruhi dunia mode tanah air, Akan tetapi kebaya tetap memiliki tempatnya dan tak pernah tersingkirkan.

Bahkan, citra kebaya sebagai busana tradisional yang kaya filosofi sehingga perlu memertahankan pakem-pakem tertentu, tetap tampil indah ketika dikolaborasikan dengan sentuhan busana kekinian. Inilah yang membuat kebaya sanggup melintasi ruang, waktu, serta zaman.

Saat ini, kebaya yang identik dengan busana khas tokoh pejuang wanita, RA Kartini, tetap bertahan menampilkan eksistensinya dengan bentuk yang mengadaptasi zaman. Citra itulah yang kemudian diusung pagelaran Lomba Rancang Kebaya 2011 yang diadakan majalah Kartini.

“Lewat ajang ini, kami ingin menampilkan citra Kartini khas era modern. Kami ingin memperlihatkan bahwa lewat busana yang bernapaskan budaya sekalipun, tetap dapat menjangkau tren fashion yang sedang in sehingga menjadi sebuah bukti bahwa fashion Indonesia tetap ter up date dan mengikuti trend atau zaman,” ujar Amy Atmanto selaku Ketua Dewan Juri LRK dalam sambutannya di acara Kartini Awards 2011 di Nusa Indah Theater Balai Kartini.

LRK yang memasuki tahun ketiga ini berhasil menjaring 19 finalis dari 250 peserta seluruh Nusantara yang mendaftarkan diri sebagai kontestan. Mengambil tema “Kebaya untuk Perempuan Masa Kini”, 19 finalis yang tampil mengetengahkan berbagai model kebaya modern nan indah dan kental dengan nuansa kekinian.

Olah kebaya yang ditampilkan begitu kreatif dan inovatif. Umumnya, para peserta memadukan kain adati, seperti batik, tenun, dan songket sebagai kolaborasi indah rancangan kebayanya. Unsur lace sebagai material dasar kebaya pun menjadi bahan utama yang mereka gunakan.

Kesan modern mulai hadir melalui kebaya berpotongan celana, rok A line, hingga bergaya futuristik dengan bentuk lengan kokoh dan aksen layer tumpuk. Ada pula kebaya dengan lengan balon dan kebaya yang menggunakan sentuhan rumbai-rumbai.

Secara keseluruhan, kebaya yang dihadirkan 19 finalis LRK dengan rentang usia 17-25 tahun ini memang sangat fresh, young, dan lekat dengan unsur modern, tanpa meninggalkan pakem kebaya sebagai busana yang identik memeluk tubuh.

Berbagai kreativitas dalam mengusung tema kebaya ekstravaganza membuktikan bahwa busana ini selalu memiliki nilai unik untuk diulik lebih dalam lagi termasuk para generasi muda yang tak bersentuhan secara langsung dengan sejarah kebaya.

“Diharapkan, generasi muda ini bisa menjadi kreator ulung yang maju di segala bidang, khususnya dalam memajukan industri kreatif sebagai salah satu penunjang ekonomi bangsa,” tutup Amy. (dwi44)

Incoming search terms:

  • kebaya lengan pendek rok balon (18)
  • model kebaya bahan hoki (10)
  • model dasar kain hoki (5)
  • renda hoki (5)
  • kebaya renda hoki (4)
  • Model kebaya bahan kain hoki (3)
  • payet kain renda hoki (2)
  • kain renda hoki (2)
  • model kebaya dari kain hoki (1)
  • model kebaya kain hoki untuk pesta (1)

Posted by asep on April 25, 2012 in Artikel with No Comments


Meski tak terkenal dan se-booming dulu, batik tetap menarik perhatian untuk disuguhkan dalam potongan busana modern, fresh, & young. Eddy Betty mempersembahkannya lewat eksplorasi batik kudus. Keindahan dan keanggunan batik kudus memang tak diragukan lagi.

Batik yang dikenal sebagai batik peranakan yang halus dengan isen-isen (isian dalam ragam pola utama) yang rumit sebagaimana umumnya batik di Jawa Tengah tersebut selalu menggugah untuk diolah.

Selain motif, batik kudus juga dikenal dengan keindahan warnanya yang sangat memukau, yakni sogan (kecokelatan) dengan corak tombak, kawung, atau parang yang dihiasi buketan (rangkaian bunga) dengan imbuhan pinggiran lebar, taburan kembang, kupu-kupu, dan burung berwarna cerah.

Secara material, batik kudus memang tak diragukan lagi pesonanya. Apalagi ketika diolah menjadi ragam busana cantik dan menawan seperti yang dilakukan Eddy Betty. Edbe, line ready-to-wear Eddy Betty memersembahkan koleksi “Loves Batik Kudus” persembahan Djarum Apresiasi Budaya.

Edbe menyajikan busana dengan palet warna-warna mencolok serta cutting asimetris bertumpuk yang menjadi ciri khasnya. Dalam 20 koleksi yang dipamerkannya dalam acara “Langgam Tiga Hati” di The Ritz Carlton, Pacific Place, Jakarta, Edbe menyajikan busana dengan nuansa mix and match hingga mix but don’t match.

“Edbe ingin menyajikan batik yang tidak harus sesuai pakem, jadi bisa juga tabrak lari. Salah satu inspirasinya sendiri, yakni dari Jepang dengan model harajuku style,” katanya saat konferensi pers sebelum show. Selain menyuguhkan busana dari lini ready-to-wear-nya, Edbe juga menyajikan rancangan dari lini coutoure-nya, Eddy Betty berjumlah 25 koleksi.

Pada lini Eddy Betty tersebut, suguhan kebaya cantik nan mewah yang terinspirasi dari Elizabeth Taylor. Eddy menjadikan bintang legendaris tersebut sebagai lambang glamoritas Hollywood dalam sebuah scene pertunjukan keroncong di Broadway saat musim dingin sambil mengenakan kebaya.

“Saya mengemas kebaya dengan bulu atau baju hangat. Jadi, kalau ada Ibu Negara mengenakan kebaya di musim dingin bisa mengenakan baju hangat di luarnya,” katanya.

Alhasil, Eddy Betty pun menyuguhkan kebaya yang bisa dipadankan dengan aksen bulu-bulu untuk menghangatkan tubuh saat musim dingin tiba. Jika biasanya coat atau mantel bulu dengan model biasa menjadi peneman, Eddy Betty justru membuat cape dan mantel yang stylish.

Ada yang unik pada gaun ini yaitu cape dan mantel buatan Eddy Betty tak memiliki potongan tangan. Tubuh wanita yang mengenakan kebaya tersebut terbungkus rapi dengan balutan mantel sehingga terlihat lebih cantik dan anggun. Eddy hanya memberi garis pada bagian dada di sisi kanan dan kiri agar jari tangan yang terbalut sarung tangan tersebut bisa merogoh keluar.

Busana hangat lain yang disuguhkannya, yakni jubah panjang serta paduan syal bulu-bulu. Dengan warna-warna yang soft dan sangat memanjakan mata karena style busana yang sangat menarik perhatian, suguhan Eddy Betty bukan hanya mewah dan berkelas, tapi juga dapat digunakan dalam kebutuhan harian seperti saat musim dingin tiba tanpa meninggalkan sisi stylish. (dwi43)

Incoming search terms:

  • batik rancangan edward hutabarat (1)

Posted by asep on April 25, 2012 in Artikel with No Comments


Kebaya cukup dikenal luas sebagai pakaian khas, banyak variasi pakaian tradisional perempuan hampir dipelosok negeri ini, entah itu dari bali, jawa maupun sumatera. Kebaya sering dipakai pada acara-acara resmi atau formal, seperti gaun pernikahan, pada acara kondangan, wisuda dan sebagainya.

Untuk memilih kebaya, jangan sembarangan memilih. Banyak hal yang harus anda perhatikan Anda harus menyesuaikannya dengan bentuk tubuh, bahan sampai warnanya. Berikut ini ada tips memilih kebaya sesuai dengan bentuk tubuh :

Bentuk Tubuh Mungil

Pilihlah kebaya yang mengekspos bagian pundak serta berpotongan serong di bagian bawah untuk memberikan kesan tubuh lebih tinggi. Jangan lupa pilih juga kebaya pendek sepinggul atau model kebaya dengan bagian belakang lebih panjang. Jangan memilih kebaya berkerah tertutup, berkerah tinggi dengan detail yang penuh di leher.

Perut Besar

Perut besar dapat tersamarkan dengan memilih kebaya polos, tanpa detail maupun aksesori di sekitar pinggul atau pinggang. Gunakan kebaya yang panjangnya di bawah pingul dengan dalam bustier. Bentuk Kebaya baby doll atau berpotongan empire bisa menjadi pilihan model kebaya terbaik untuk menutupi perut anda. Jangan gunakan kebaya dengan aplikasi di pinggang atau pinggul yang berbentuk V atau horizontal. Hindari kebaya dengan aksesoris bros, aplikasi atau hiasan lainnya di area perut hingga pinggul. Karena akan membuat perut anda tambah berisi.

Bahu Lebar

Anda yang memiliki bahu lebar gunakanlah  kebaya dengan garis lehar yang menutup ujung bahu dengan bagian dada terbuka atau kerah V. Gunakan kebaya dengan detail atau aplikasi di bagian pinggul untuk menyeimbangkan proporsi bahu. Jangan memilih kebaya dengan detail berat di bahu atau lengan bagian atas, serta kebaya berkerah sabrina rendah.

Payudara besar

Anda mempunyai payudara besar pilihlah kebaya yang menurup daerah dada atau berkerah tertutup. Kebaya dengan model cup bustier yang menutup payudara secara penuh pun terlihat sempurna di tubuh Anda. Jangan memilih kebaya dengan detail kerut atau aplikasi lain di bagian dada, termasuk menggunakan bros. Hindari kebaya dengan garis leher yang rendah serta mengenakan cup bustier yang memiliki bantalan tebal (padding).

Menggunakan kebaya di hari pernikahan bukan saja membuat anda tampil mempesona saja, tetapi juga ikut melestarikan kekayaan bangsa. Maka dari itu tidak ada salahnya bukan, untuk mengenakan kebaya hasil karya anak negeri di hari bahagia anda ini. Semoga bermanfaat.(dwi42)

Incoming search terms:

  • kebaya berkerah (75)
  • kebaya sesuai bentuk tubuh (11)
  • baju kebaya yang sesuai buat perut besar (2)
  • kebaya untuk yang berlengan besar (2)
  • kebaya yang dapat menutupi perut besar (1)
  • model baju kebaya nikah sesuai bntuk tubuh (1)

Posted by asep on April 25, 2012 in Artikel with No Comments


Seksi dan sensual, kesan tersebut sudah melekat dalam diri Artis Julia Perez. Citra tersebut terbentuk lantaran busana yang dikenakan oleh wanita yang akrab disapa Jupe selalu mengumbar sensualitas tubuh, terutama pada buah dadanya.

Bahkan, untuk urusan busana kebaya sekalipun, mantan istri Damian Perez ini selalu memesannya dengan ukuran mini. Bukan Jupe namanya kalau tidak tampil seksi dan kontroversi. Tercatat, dalam setiap penampilannya hampir semua busana yang pernah dikenakannya selalu mengumbar sensualitas tubuh.

Bukan bermaksud memberikan stigma atas kebiasaan tersebut tapi realita yang tergambar dalam keseharian Jupe memang demikian adanya. Dan, keseksian itu pula yang kemarin dipamerkan Jupe saat dirinya tampil dalam perhelatan tunggal Kebaya For The World : “Journey of Love, Lima Tahun Cinta Raden Sirait untuk Kebaya.

Pada malam itu, Jupe terlihat seksi dalam balutan kebaya warna hitam dan rok bawahan berwarna biru. Sekilas, tampilan Jupe memang menawan dengan balutan busana tradisional tersebut tapi yang membuat kejutan adalah bagian dada Jupe yang terbuka lebar di bagian tengah sehingga kemolekan buah dadanya menyembul keluar.

Kekasih pemain sepak bola Gaston Castano ini mengatakan, dia senang bisa menjadi bagian dari acara tersebut. “Kebetulan saya memang menyukai kebaya, terutama rancangan mas Raden Sirait. Untuk berbagai acara saya sering pakai koleksi beliau,” kata Jupe usai pementasan tunggal Kebaya For The World karya Raden Sirait di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki.

Jupe yang malam itu menggunakan hot pants hitam dan T-shirt setelah perform di pentas mengaku memang suka busana tradisional warisan Indonesia tersebut. “Biasanya saya kenakan untuk kondangan atau acara formal saja. Tradisi kita kan kebaya, jadi kita wajib punya,” akunya.

Pelantun lagu “Belah Duren” ini mengaku tak banyak koleksi yang dimilikinya. “Lumayan lah memenuhi lemari meski tidak sampai ratusan. Saya biasanya selalu pesan sama mas Raden kalau ada acara,” ungkapnya.

Lalu, seperti apa kebaya favorit Jupe? “Kalau pesan kebaya saya selalu bilang sama mas Raden untuk dibuatkan rok-nya pendek sebatas paha atas atau model skirt. Kalau lengannya sih saya lebih suka panjang,” tutup penyukai kebaya all colour itu.(dwi41)

Incoming search terms:

  • baju kebaya seksi (34)
  • koleksi kebaya artis (14)
  • gambar baju kebaya jupe (4)
  • kumpulan gambar2 model kebaya yang roknya lebar terbaru (1)
  • Jika baju kebaya lengan pendek seharusnya roknya pendek atau panjang (1)
  • gambar kebaya-kebaya jupe (1)
  • foto kebaya pendek roknya (1)
  • foto jupe memakai kebayak (1)
  • foto belahan dada rasti ardina (1)
  • variasi baju jupe (1)

Posted by asep on April 25, 2012 in Artikel with No Comments


Kebaya adalah sebagai busana nasional memang seringkali digunakan oleh masyrakat dalam berbagai situasi, baik itu formal maupun non formal. Pengantin mana yang tidak ingin memberikan kesan baik di hari pernikahanya, salahsatunya yaa mempersiapkan secara sempurna kebaya yang akan dikenakan di hari bahagianya.

Sebenarnya, kebaya mampu membuat tubuh wanita dengan bentuk tubuh apapun terlihat lebih langsing, elegan, dan sexy. Dalam suatu acara pernikahan anda harus mengetahui peranan anda, Apakah sebagai orangtua mempelai pengantin, teman dekat, sebagai keluarga dalam, atau hanya sebagai undangan biasa? Dengan demikian, Anda akan lebih mudah menentukan warna kebaya yang akan dikenakan.

Bagi seorang pengantin, tentu anda bebas dan sah-sah saja mengenakan warna kebaya pengantin yang diinginkan. Namun bagi Anda para tamu undangan, baik itu sebagai teman sang pengantin atau saudaranya, anda harus mengetahui bahwa ada beberapa peraturan warna kebaya saat menghadari pesta pernikahan.

Jika Anda adalah salah satu kerabat pengantin, misalnya saudara kandung pengantin atau ipar, diperbolehkan memilih warna yang lebih kuat untuk menambah kesan mewah. Warna kuat ini juga ditujukan untuk mencuri perhatian. Bila Anda tidak menyukai warna kuat ini bisa juga mengenakan kebaya dengan warna lebih lembut dan kalem ditambah padanan payet atau kristal yang berkilau.

Bagi orangtua pengantin yang merupakan penyelenggara acara, di anjurkan untuk memilih warna dan paduan yang lebih glamor. Warna ini akan membedakan antara si empunya hajat dengan para tamu. Akan tetapi jangan lupa untuk menyesuaikan dengan tempat serta waktu diadakannya pesta pernikahan.

Biasanya warna yang umum dikenakan orangtua pengantin ialah warna emas, merah, ungu tua, hijau keemasan, dan maroon. Seandainya Anda hadir sebagai tamu undangan, sebaiknya mengenakan gaun atau padanan kebaya yang tidak mencolok mata atau berwarna kuat.

Pilihlah warna-warna netral seperti cokelat, putih, hitam, dan perak. Selain itu bisa juga memadukan warna-warna pastel dengan dengan sedikit warna dominan, misalnya putih dengan pink. Dengan mengenakan warna lembut ini diharapkan tidak menutupi pesona kebaya sang pengantin yang memang seharusnya menjadi pusat perhatian di setiap pernikahan.

Ada baiknya jika orangtua atau kerabat dari mempelai pengantin mengenakan warna kebaya yang masih dalam satu kesatuan gradasi warna kebaya pengantin sang mempelai atau tema dekorasi yang menjadi warna dominan. Pemilihan warna kebaya yang sama ini akan berpengaruh saat pengambilan foto keluarga. Semoga bermanfaat. (dwi40)

Incoming search terms:

  • kreasi jilbab untuk kebaya (49)
  • model kebaya orangtua pengantin (42)
  • warna kebaya yang bagus (40)
  • model kebaya minimalis (27)
  • warna baju pengantin yang bagus (22)
  • model kebaya orangtua (20)
  • kebaya pengantin yohanes (15)
  • warna baju kebaya yang bagus (10)
  • alamat penjahit kebaya di semarang (9)
  • warna yang cocok untuk pesta pernikahan (7)

Posted by asep on April 25, 2012 in Artikel with No Comments


Banyak aneka ragam budaya Nusantara dan internasional menjadi inspirasi sekaligus sebuah kesatuan indah yang tersaji dalam balutan sebuah kebaya. Keindahan kebaya memang selalu menarik untuk dieksplorasi lebih dalam.

Ada banyak sisi yang bisa diolah untuk menampilkan keindahan busana adiluhung tersebut, tak terkecuali budaya internasional. Berlatar belakang kondisi tersebut diusung Raden Sirait dalam pergelaran tunggal “Kebaya For The World: Journey of Love, Lima Tahun Cinta Raden Sirait untuk Kebaya”.

Dalam perhelatan bertema teatrikal tersebut, pria asal Porsea itu menyajikan balutan indah kebaya yang mengakulturasi budaya lokal dan luar sebagai inspirasi. Sebanyak 155 lebih kebaya yang dipamerkan sengaja dibuat mewakili budaya masing-masing. Sebuah sekuel dari 15 sekuel yang dibawakan pada hajatan akbar malam itu mengetengahkan busana khas Nusantara.

Kebaya ala Papua yang identik dengan rumbai-rumbai, kebaya Makassar dengan gaya sasaknya, kebaya ala Sunda yang khas dengan kerah dan belahan runcing di bagian bawah, serta kebaya Jawa, Kalimantan, Sumbawa,  Jakarta, Bali, dan Batak tersaji indah dalam pergelaran berdurasi lebih dari 2,5 jam.

Selain mengedepankan unsur lokal, Raden juga mengadaptasi budaya luar dalam busana kebaya yang dipamerkannya. Penyuka traveling ini seperti menuangkan kecintaannya menyusuri sudut dunia dalam sajian busana. “Sejak dulu saya memang suka traveling keliling dunia.

Dari perjalanan itu, selain mendapatkan inspirasi, saya pun mendapat banyak kain dan aksesori yang unik dari berbagai negara. Semua material cantik tersebut saya kumpulkan dan kemudian saya gunakan dalam desain pada perhelatan ini,” kata Raden yang ditemui dalam konferensi pers di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki.

Dari 155 lebih busana kebaya yang ditawarkan Raden, 70 di antaranya merupakan masterpiece yang belum sempat dipublikasikan sama sekali. Karya-karya Raden yang mengerahkan 150 model, dan 32 artis dalam pergelaran tunggalnya itu juga mengakulturasi budaya luar seperti  Mesir, Inggris, Afrika, Argentina, China, Korea, Vietnam, Thailand, dan India.

“Kebaya buat saya adalah inovasi. Tujuan utama saya memang membawa kebaya ke pentas dunia. Jadi kalau saya terbatas ini dan itu saya justru akan kesulitan membawa ‘Kebaya For The World’ ke luar.

Makanya saya tampilkan modernisasi kebaya yang bisa dipakai dengan legging, boot, stoking, dan hot pants. Dengan cara seperti ini bukan tidak mungkin kebaya bisa masuk dalam pertunjukan sekelas broadway,” tutupnya.(dwi39)

Posted by asep on April 25, 2012 in Artikel with No Comments


Keahlian Yohannes E Yunarko dalam merancang gaun pengantin internasional memang sudah tidak diragukan lagi. Koleksinya tidak hanya memukau banyak orang, tetapi juga berkesan seksi dan glamor. Bagaimana untuk koleksi kebaya dan busana muslim pengantin?

Pastinya juga tidak kalah bagus dengan rancangan gaun pengantin internasional. Hanya saja, karakteristik yang disuguhkan pada koleksi busana muslim ataupun kebaya pengantin tidak sekental pada koleksi gaun pengantin internasional.

“Saya memang terbilang baru di bidang kebaya dan busana muslim. Makanya sampai saat ini saya masih melirik ke kanan dan ke kiri untuk mencari inspirasi rancangan,” kata Yohannes yang ditemui di acara Grand Wedding Expo, Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta.

Pun belum ada kepastian soal garis desain yang ditawarkan pada kedua line barunya itu, Yohannes mengaku secara garis besar rancangannya tidak bisa lepas dari karakter busana yang glamor dan seksi.

“Karakter itu memang sudah lekat dengan jiwa saya sebagai perancang. Makanya jangan heran jika kebaya atau busana muslim pengantin yang saya buat selalu beraplikasi dengan detail mewah dari kristal swarovski, beads, dan masih banyak lagi,” jelasnya.

Pemilik rumah mode Yohannes Bridal ini menambahkan, bahwa selama ini di Indonesia memang sudah banyak desainer yang berkutat di ranah kebaya ataupun busana muslim, tetapi buatnya itu adalah tantangan untuk bisa berkembang untuk lebih baik lagi.

“Umumnya kebaya dikerjakan by order oleh fashion designer. Tapi mengingat saya juga bisa me-make-up pengantin, makanya para calon pengantin bisa memesan kebaya plus make-up-nya,” kata Yohannes yang mengaku tidak menyewakan kebaya dan busana muslim, melainkan menjualnya.

Kebaya bagi Yohannes sebenarnya memang bukan baru lagi. Pengalaman membuat kebaya sudah dibuktikannya sejak tahun 2003. Kala itu dia merancang kebaya pengantin untuk puteri dari pasangan Siti Hardiyanti (Mbak Tutut) dan Indra Rukmana, Danti Indriastuti.

“Jujur, saya waktu itu saya berbohong kepada Mbak Tutut. Saya bilang sudah sering membuat kebaya, padahal waktu itu saya belum pernah melakukannya,” kenangnya.

Yohannes cerita bahwa saat acara pernikahan bajunya menjadi perbincangan para tamu undangan. Sehingga momen itulah yang memacu dirinya untuk mengikrarkan diri menerima pesanan kebaya pengantin.

“Ternyata pengalaman manisnya lebih banyak, ketimbang pahitnya. Saya bisa melebarkan bisnis yang awalnya lebih orientasi ke bridal, tapi saya juga membuat kebaya. Order pun cukup banyak, apalagi beberapa artis juga pernah memakai kebaya buatan saya,” tambahnya.

Belum puas sampai di situ, Yohannes kembali membuat gebrakan. Pada Juli 2007 lalu, Yohannes membuatkan busana muslim pengantin untuk anak dari salah satu pengusaha kaya di Brunai Darussalam.

“Tipe-tipe gaunnya sih mirip kebaya, tetapi saya modifikasi lagi lebih modern,” kata Yohannes yang baru-baru ini juga membuatkan busana muslim pengantin untuk anak dari salah satu pengusaha di Purwakarta, Jawa Barat.

Kendati menggarap banyak peluang, tapi Yohannes tetap berkosentrasi penuh pada bisnis bridal. Baginya, bisnis jasa pernikahan sangat menguntungkan dan tidak ada habisnya.

“Lihat saja di pameran ini. Pengunjung yang datang sampai ribuan, tidak hanya etnis Tionghoa, tetapi juga pribumi. Untuk etnis Tionghoa percaya angka delapan itu angka hoki. Makanya saya berkesimpulan bahwa di tahun 2008 adalah tahunnya orang menikah,” tutup Yohannes yang mengaku puas emndapat transaksi besar di ajang Grand Wedding Expo 2008. (dwi38)

Incoming search terms:

  • sketsa kebaya 2012 (12)
  • foto pengantin muslimah by yohanes (1)
  • koleksi desain baju yohanes bridal (1)
  • Koleksi kebaya yohanes (1)

Posted by asep on April 25, 2012 in Artikel with No Comments


Hari Kartini identik dengan baju kebaya. Tak heran jika banyak orangtua mendandani putri mereka dengan pakaian tradisional itu. Tak hanya bagi anak-anak, kebaya juga memiliki makna yang sangat besar untuk orang dewasa.

Salah satunya bagi istri pengusaha Chairul Tanjung, Anita Ratnasari Chairul Tanjung. Berasal dari Solo, Jawa Tengah, membuat sosialita berparas ayu ini sudah mencintai kebaya sejak masih gadis. Dan gemar memakainya untuk berbagai acara.

“Kalau saya pribadi orang Solo, jadi meski semua daerah-daerah lain bagus, tapi saya bangga dengan kebaya Jawa. Saya memang senang pakai kebaya, jadi bukan hal yang baru. Dan kebetulan suami juga senang saya pakai kebaya,” katanya saat ditemui di kediamannya, Menteng, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu.

Wanita berusia 37 tahun itu memang gemar memakai kebaya, khususnya pada acara-acara pesta perayaan. Ibu dua anak ini pun senang memakai kebaya dengan pakemnya. “Kalau kebaya, saya lebih suka model klasik atau konvensional,” ucap Anita yang enggan menyebutkan jumlah koleksi kebayanya.

Agar pesonanya sebagai wanita Indonesia kian memancar, Anita juga kerap memadupandan kebaya dengan kain-kain jarik dari eyang. “Saya juga senang koleksi kain. Kebanyakan sih kain-kain itu turun-temurun dari eyang,” ungkap wanita ramah ini.

Kendati selalu memadupadankan kebaya dengan kain jarik, Anita juga tidak segan memakai songket atau kain lainnya yang bercorak warna-warni. “Tidak harus kain batik yang diwiru, saya juga suka pakai kain lain untuk mempromosikan daerah lain. Misal atasan pakai kebaya, bawahnya kain Lombok atau Palembang.

Karena saya lihat semua daerah di Indonesia itu bagus-bagus. Jadi, saya tidak terpaku pada Jawa saja,” jelas Anita. Rasa cinta Anita terhadap kebaya membuatnya ikut berpartisipasi dalam fashion show bertema Pesona Untaian Melati Ibu Pertiwi, 24 April mendatang.

“Saya memandangnya positif, ini kan bisa melestarikan budaya. Dengan ini generasi seterusnya bisa berpikir, ‘Ternyata kebaya yang dikenakan ibu Tien bagus. Kan sekarang banyak yang modern, ternyata yang simpel bagus.’ Saya melihat di Jepang mereka pakai kimono hal yang membanggakan bagi bangsa Indonesia, semoga kaum muda juga tahu bahwa berkebaya itu sangat cantik anggun,” tutupnya.(dwi37)

Incoming search terms:

  • istri chairul tanjung (212)
  • anita ratnasari tanjung (144)
  • Chairul Tanjung (125)
  • anita chairul tanjung (84)
  • anita ratnasari (34)
  • chairul tanjung dan istri (33)
  • anak chairul tanjung (30)
  • anita ratnasari chairul tanjung (29)
  • putri chairul tanjung (26)
  • kediaman chairul tanjung (22)

Posted by asep on April 24, 2012 in Artikel with No Comments


Kesan tradisional yang dulu telah melekat kini tampaknya tak lagi disematkan pada busana kebaya. Kini, kebaya jauh lebih berkesan modern dan glamor. Pemakainya pun bukan lagi identik dengan ibu-ibu, kawula muda pun kini gemar mengenakan kebaya dalam acara-acara penting, ataupun di dalam keseharian.

Salah satu aktris cantik yang dikenal doyan banget berkebaya ria adalah Ardina Rasti. Ditemui saat acara Indonesian Movie Awards di Jitec Mangga Dua Square. Ardina Rasti yang dikenal sebagai aktris multitalenta ini berbagi cerita kepada perihal kecintaannya memakai busana kebaya.

“Raden Sirait, yakni desainer favoritku. Aku memang ikonnya dia dari 5 tahun yang lalu. Jadi tiap acara, memang sama dia. Either kebaya atau batik. Aku memang cinta banget dengan kebaya. Kalau sudah ada acara, dia sudah mempersiapkan banyak, ukurannya juga udah ada. Jadi enggak ribet,” kata Rasti.

Dara kelahiran 6 Januari 1986 ini tampil memukau dalam balutan gaun etnik warna hijau pada acara IMA tersebut. “Karena sudah 5 tahun ini jadi ikonnya sang desainer  Raden Sirait, aku mengenal banyak kebaya cantik dan anggun, kain-kain kayak songket dan lain-lain. Jadi, lagi cinta banget yang etnik-etnik,” komentar Rasti soal  busana yang ia kenakan.

Aktris cantik yang bermain sebagai “stripper” dalam film The Sexy City (2010), ini memang memiliki misi agar busana khas Indonesia seperti kebaya atau batik bisa makin digandrungi  khususnya yaitu di Tanah Air Indonesia ini.

“Udah saatnya batik dan kebaya naik satu langkah lagi untuk lebih keren lagi. Sekarang aku bangga banget pakai gaun yang ada sentuhan batik,” ungkap dara keturunan China dan Jawa ini. (dwi36)

Incoming search terms:

  • kebaya dewi sandra (18)
  • foto-foto soimah pakai kebaya (1)
  • haun kebaya selutut karya anne avantie (1)
  • kebaya soimah jogja (1)

Jahit Kebaya dan Dress Pesta :

  • Jahit Kebaya

  • You might also likeclose